Menjajal Tracking Perjalanan ke Sumenep

Dibangun pada tahun 1781, keraton ini memiliki arsitektur unik perpaduan Eropa, Arab juga Cina.

Sumenep di Madura identik dengan garam, dan bahkan pernah didaulat sebagai penghasil garam terbesar se-Asia Tenggara. Tapi daya tarik Sumenep bukan hanya itu. Sumenep penuh dengan kisah bersejarah dan religius.

Petualangan di Sumenep bisa dimulai dengan mengunjungi Keraton Sumenep. Berasitektur unik pepaduan antara Eropa, Arab, dan Cina, keraton ini dibangun pada 1781. Layaknya keraton, di sana juga terdapat taman bernama Taman Sare, yang dulu fungsinya adalah sebagai pemandian putri raja.

Jika ingin melihat sentra garam di masa lalu, pastikan Sobat Pesona mampir ke kota tua Kalianget. Di jamannya, wilayah ini sangat terkenal sebagai penghasil garam.

Aenka bangunan bernilai sejarah juga bisa Sobat Pesona temukan di sini, mulai dari masjid Jami’ hingga kelenteng Pau Sian Ling Kong. Setelah itu mampirlah ke Asta Tinggi yang merupakan kumpulan makam raja.

Perjalanan ke Sumenep tak lengkap jika tak mampir ke pantai. Untuk itu pantai Lombang bisa menjadi pilihan. Lokasi pantai ini kira-kira 30 Km dari kota. Jangan khawatir karena ada banyak angkutan yang siap mengantar ke sana. Pantai lainnya adalah Slopeng yang jaraknya 21 Km dari pusat kota. Hamparan pasir putihnya yang lembut dijamin bakal bikin Sobat Pesona betah.

Satu lagi destinasi pantai yang harus dicoba adalah pantai Badur. Pantai ini banyak dihiasi oleh pohon cemara udang. Bukan hanya itu, di sana juga ada gua yang bisa memberi sensasi berbeda dari pantai di tempat lain.

Masih ingin berkeliling? Kunjungi spot wisata satu ini bisa menjadi pilihan. Pulau Gili Iyang. Sebuah pulau yang konon merupakan daerah dengan oksigen terbaik kedua di dunia.

Sumenep bukan sekadar garam. Coba sendiri untuk merasakan sensasi Sumenep yang menakjubkan! Dan dapatkan aneka pengalaman liburan yang tak terlupakan.


Foto: Jaka Thariq


Review 0