Kota Gede, dari Wisata Pasar Hingga Makam

Kota Gede memiliki daya pikat wisata yang berbeda dari wilayah lain di Jogjakarta. Sejarah dengan aneka situsdan rumah tua sangat terjaga di sana dari pasar hingga keraton. Dari langgar hingga masjid tua. Arsitektur dan pola hidup sederhana warganya adalah budaya yang layak untuk disimak dan dipelajari. Kota Gede pada jaman dahulu adalah ibukota kerajaan Mataram. Statusnya inilah yang membuat kota Gede sangat istimewa.

Di kota Gede Sobat Pesona bisa mengunjungi masjid Agung, salah satu masjid tertua yang ada di kota Jogjakarta. Juga ada Keraton Mataram dengan aneka peninggalan yang klasik dan sangat edukatif. Sobat Pesona akan merasakan atmosfir kerajaan saat masuk ke dalam keraton yang penuh dengan benda-benda bersejarah itu.

Saat pagi hari, jangan lewatkan mampir ke Pasar Legi untuk menikmati nuansa klasik pasar tradisional, sambil mencari jajanan pasar. Setelah itu mampir juga ke Langgar Dhuwur. Tempat ibadah kecil ini adalah satu-satunya peninggalan bangunan sejenis yang ada di Jogjakarta. Arsitektur klasiknya mungkin bisa menginspirasi Sobat Pesona.

Di sisi lain ada komplek makam Raja Mataram.Tempat ini disakralkan oleh masyarakat namun tetap terbuka untuk umum. Di sini Sobat Pesona bisa melihat makam raja-raja yang pernah memerintah kerajan Mataram. Area bersejarah lainnya adalah benteng. Bukan benteng utuh namun bentuk dan fungsinya tetap terlihat jelas pada masa itu.

Ada juga rumah Pesik. Sebuah rumah beton berwarna hijau dengan aneka ornamen bersejarah. Hiasan dan arsitektur rumah itu menggambarkan kuatnya pengaruh Belanda, Jawa, dan Islam.

Tempat liburan ke Jogjakarta memang bukan ada di Malioboro saja. Tak hanya nuansa, hampir di setiap sudut kota ini menawarkan wisata sejarah yang kental. Kota wisata yang sangat cocok untuk liburan keluarga. Nyaman, aman dan sarat akan nilai edukasi.


Foto: Jaka Thariq


Review 0