Banyuwangi, The Sunrise of Java

Tiap hari, kita akan dimanjakan oleh cantiknya matahari terbit untuk pertama kalinya di Pulau Jawa. Dari pantai-pantai berpasir putihnya hingga pegunungan-pegunungan penghasil kopi Osingnya.

Sebutan The Sunrise of Java, sepertinya tidak terlalu berlebihan untuk kota Kabupaten yang ada di posisi paling ujung timur Pulau Jawa ini. Ya, inilah Banyuwangi, dimana kita akan menikmati Matahari terbit pertama kali di Pulau Jawa. Letaknya yang ada di pesisir selatan yang membatasi wilayah Pulau Jawa dan Bali, menjadikan setiap hari kita akan dimanjakan oleh pesona sunrise yang berbeda-beda.

Banyuwangi berada di ujung timur Pulau Jawa. Wilayah daratannya terdiri atas dataran tinggi berupa pegunungan yang merupakan daerah penghasil produk perkebunan seperti kopi luwak dan kopi Osing yang kondang itu. Sementara dataran rendahnya menghasilkan berbagai potensi produk pertanian dan laut. Garis pantainya membujur dari arah utara ke selatan yang merupakan daerah penghasil berbagai biota laut.


Bumi Blambangan yang Lengkap
Banyuwangi memiliki obyek wisata alam yang hampir 100% lengkap. Wisata alam pegunungan ada Kawah Ijen, wisata outbond ada Arung Jeram Kalibaru, wildlife ada Alas Purwo. Pantai-pantainya pun mempesona seperti Pulau Merah, Pantai Bom, Grajakan dan G Land.

Bahkan wisata bawah laut yang baru-baru ini dikembangkan adalah Wisata Bangsring dan Pulau Tabuhan. Selain itu Banyuwangi juga memiliki suku khas yaitu Suku Osing dengan bahasa dialek Osing dan sampai saat ini masih dilestarikan di Desa Adat Osing. Di dalam pendopo kabupaten Banyuwangi juga berdiri rumah adat asli suku Osing, dengan semua unsur ornamen yang masih asli.

Banyuwangi dikenal juga sebagai Bumi Blambangan. Berdasarkan data sejarah nama Banyuwangi tidak dapat terlepas dengan keajayaan Blambangan. Sejak jaman Pangeran Tawang Alun (1655-1691) dan Pangeran Danuningrat (1736-1763), bahkan juga sampai ketika Blambangan berada di bawah perlindungan Bali (1763-1767), VOC belum pernah tertarik untuk memasuki dan mengelola Blambangan ( Ibid.1923 :1045 ).

Pingin kuliner? Banyuwangi cukup lengkap dan unik juga. Ada Rujak Soto yang merupakan kombinasi rujak Cingur yang terkenal itu dengan Soto babat,ada nasi Tempong yang pedasnya begitu menampar (tempong=tampar). Di tengah kota juga ada nasi cawuk dengan kuah unik, Ayam Pedas yang kuahnya penuh dengan cabai utuh, dan berbagai hidangan seafood yang menggoda tentunya.

Foto : Rismiyanto


Review 22


Dipimpin oleh pemimpin yang tepat serta keinginan warganya yang kuat, menjadikan Banyuwangi menjelma sebagai salah satu tujuan wisata populer di Indonesia. Obyek wisata disini banyak sekali sebut saja Ijen, Air Terjun Jaghir, Pantai Pulau Merah, Pantai Teluk Hijau. Nasi Tempong wajib dicoba kalau berkunjung ke Banyuwangi

Muhammad Catur Nugraha


Next destination yang harus dikunjungi

angga jati pikatan


Kapan" harus mampir ke banyuwangi nih

Makhmudin


Mau menikmati matahari terbit yang indah datang dan nikmati keindahaannya di Banyuwangi

Adnan Yollanda


..Jangan sampai terlewat bangun pagi jika kalian berada dikota BANYUWANGI.

Adiyanti prima westri