Rumah Kopi Gayo itu Bernama Takengon

Takengon, asal muasal Kopi Gayo yang kesohor itu, ternyata tidak hanya terkenal akan Danau Laut Tawarnya saja, tapi ada juga Goa Putri Pukes yang konon kabarnya mirip seperti cerita Malin Kundang.

Kendati namanya tidak seterkenal Banda Aceh, namun Ibukota Kabupaten Aceh Tengah ini menyimpan ragam budaya dan nilai jual pariwisata yang menjanjikan. Takengon bertengger di dataran tinggi berhawa sejuk ini bertengger di atas ketinggian 1.200 mdpl.

Selain dapat mencicipi nikmatnya Kopi Gayo yang baru dipetik dari kebun dan diolah oleh para petani lokal, Sobat Pesona juga  dapat mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan jika tengah mengunjungi Tanah Rencong.


Pantan Terong
Apa yang terbesit di benak Sobat Pesona ketika melihat pemandangan matahari terbit dari atas bukit? Pemandangan indah di sini akan menyuguhkan hamparan Danau Alut Tawat sebagai latar belakangnya. Wah, pasti keren banget, bukan?

Jika Sobat Pesona mengidam-idamkan pemandangan seperti ini, Pantan Terong merupakan tempat yang tepat. Terletak di Ulu Nuih, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, sejatinya Sobat Pesona bisa melihat beragam kombinasi unik dari atas sini. Pantan Terong ini sendiri bercokol di ketinggian 1.350 mdpl.


Danau Laut Tawar
Mungkin Sobat Pesona akan kebingungan ketika membaca nama lokasi ini. Sebenarnya ini merupakan sebuah danau, hanya saja saking luasnya, warga sekitar menyebutnya sebagai laut tapi dengan air yang tawar.

Danau Laut Tawar terletak di  Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah dengan luas mencapai 5.472 hektare (Kurang lebih panjangnya 17 km dengan lebar 3.219 km). Luas sekali, bukan?


Goa Putri Pukes
Jika di Sumatera Barat tersohor dengan cerita Malin Kundang yang durhaka kepada Ibunya dan dikutuk menjadi batu, maka lain halnya dengan Putri Pukes. Cerita rakyat dari Dataran Tinggi Gayo ini menceritakan tentang seorang pengantin wanita yang menjadi batu karena tidak mendengarkan amanah dari ibunya.

Goa yang terletak di salah satu sisi Danau Laut Tawar ini juga menjadi destinasi wisata selanjutnya yang wajib Sobat Pesona sambangi ketika sedang berada di Takengon. Selain menikmati pemandangan stalagtit dan stalagmit, Sobat Pesona juga akan menjumpai sebuah batu seukuran manusia yang dipercaya sebagai Putri Pukes tadi. Wah, menarik bukan?

Layaknya daerah-daerah lain di Pulau Sumatera, menuju Takengon juga bisa dicapai melalui beberapa pilihan. Bisa dari Medan, atau bisa dari Banda Aceh. Kedua kota ini sama-sama membutuhkan waktu sekira 7-8 jam untuk tiba di Takengon via jalur darat.

Tapi tidak melulu via jalur darat, Sobat Pesona juga bisa menggunakan pesawat untuk tiba di sini. Satu penerbangan yang melayani rute Takengon adalah Wings Air yang melayani penerbangan sekali dalam sehari.
 


Review 0