Manokwari, dari Honai yang Hangat hingga Nikmatnya Papeda

Wilayah Manokwari masih terbilang alami dengan banyaknya hutan di sana. Jalan-jalan di sana juga masih terlindung oleh pohon-pohon yang ada di sisi kanan maupun kiri. Panorama gunung dan pemandangan pantai yang masih alami juga menjadi “senjata” Manokwari untuk mendatangkan para wisatawan.

Papua merupakan salah satu wilayah Indonesia yang memiliki keindahan alam luar biasa. Banyak budaya dan tradisi yang masih dipegang kuat olah masyarakat Papua. Kali ini, kita akan mengenal salah satu daerah yang ada di Papua, yaitu Manokwari.

Manokwari merupakan ibu kota Provinsi Papua Barat yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Manokwari. Luasnya adalah 1.556,94 kilometer persegi. Berdasarkan sensus pada 2015, penduduk Manokwari kurang lebih 201.218 jiwa. Manokwari terletak di pantai utara Daerah Kepala Burung Pulau Papua. 

Wilayah Manokwari masih terbilang alami dengan banyaknya hutan di sana. Jalan-jalan di sana juga masih terlindung oleh pohon-pohon yang ada di sisi kanan maupun kiri. Panorama gunung dan pemandangan pantai yang masih alami juga menjadi “senjata” Manokwari untuk mendatangkan para wisatawan.

Meskipun Sobat Pesona belum ke Papua, bisa jadi sudah pernah mendengar papeda, makanan khas di sana. Makanan ini merupakan salah satu kebanggaan Manokwari. Makanan ini terbuat dari sagu dan dimakan dengan kuah ikan kuning yang membuat rasanya menjadi istimewa.

Rumah adat khas masyarakat Manokwari adalah honai, yang terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami dan ilalang, dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Bangunan honai sengaja dibuat sempit dan tanpa jendela dengan tujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Bagian tengah rumah disiapkan untuk membuat api unggun guna menghangatkan diri.

Manokwari juga terkenal dengan tarian khas mereka. Tarian mereka yang terkenal adalah tari yospan. Tarian yang adalah kepanjangan dari yosim dan pancar ini merupakan tarian pergaulan yang biasanya dibawakan oleh muda-mudi sebagai bentuk persahabatan. Penari memakai pakaian adat lengkap dengan aksesori. Alat musik yang dipakai untuk mengiringi antara lain gitar, okulele, tifa, dan bass akustik.

Papua memiliki banyak jenis burung, salah satunya adalah mambruk. Burung ini dijadikan lambang atau maskot Manokwari. Seperti burung yang ada di Papua, mambruk memiliki ciri dan bentuk yang khas. Sepintas, bentuk burung ini mirip dengan ayam peliharaan dengan ukuran lebih besar. Ciri khas utamanya adalah jambul atau mahkota yang berbentuk seperti kipas. Gambar kepala burung mambruk ini bisa dilihat di logo Kabupatan Manokwari.

Kekayaan Manokwari lainnya yang mungkin masih belum masuk radar sobat wisata adalah cokelatnya. Seperti kopi, cokelat juga memiliki rasa yang unik berdasarkan daerah asalnya. Manokwari punya cokelat dengan rasa unik, tepatnya dari daerah Ransiki. Ketika menikmati cokelat ini, sobat wisata akan menemukan rasa yang merangsang selurut reseptor rasa di lidah.

Sobat Pesona, itu tadi profil Manokwari. Jangan ragu-ragu untuk meluangkan waktu dan menjelajahi wilayah ini, ya.


Review 0