Pulau Kofiau, Habitat dari dua Burung Endemik Indonesia

Raja Ampat telah lama menyandang predikat sebagai destinasi wisata kelas dunia. Salah satu pulau yang menjadi spot wajib para pelancong adalah Pulau Kofiau, lokasi yang menjadi habitat dari dua jenis burung asli Indonesia, Kofiau monarch dan Kofiau paradise kingfisher.

Sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia, wajar adanya jika Indonesia menyajikan beragam wisata bahari yang wajib kita jelajahi. Kabupaten Raja Ampat sendiri berdiri pada tahun 2003, dengan luas wilayah 46,108 km2 dan terdiri dari 2.713 pulau kecil dan besar yang indah nan eksotis. 80 persen dari luas wilayah Kabupaten Raja Ampat adalah laut yang memesona.

Nah, di antara sekian banyak pulau yang ada di Raja Ampat, ada satu pulau yang menjadi habitat dari burung yang hanya akan Sobat Pesona temui di sini, yaitu burung Kofiau Monarch (Kehicap kofiau) dan Kofiau Paradise Kingfisher (Cekakak pita kofiau). Ya, pulau tersebut adalah Pulau Kofiau.

Pulau Kofiau merupakan sebuah distrik yang masuk ke dalam teritorial Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat yang berisikan empat kampung: Deer, Dibalal, Mikiran, dan Toloby. Pulau ini sendiri merupakan pulau yang terdiri dari tebing batu kapur koral (coral limestone) dan jejeran bukit vulkanik yang diselimuti oleh hamparan hutan rendah.

Burung Cekakak Pita Kofiau merupakan burung yang memiliki panjang sekitar 34 cm dari ujung kepala hingga ujung ekornya. Ciri khas burung ini ada di bagian kepala dan bokong yang berwarna biru gelap untuk yang betina dan jantannya. Sedangkan untuk Kehicap Kofiau merupakan jenis burung yang masuk ke dalam genus Symposiachrus dan hanya dapat ditemui di Pulau Kofiau saja.

Selain dua burung tadi, Sobat Pesona juga dapat menemukan bentuk baru dari green-tree python.


Review 0