10 Spot Alam Memikat, Tersembunyi di Bukit Barisan Tapanuli Selatan

Wilayah Tapanuli Selatan yang dilintasi Bukit Barisan, dengan beberapa gunung dan bukit serta hutan belantara, membuat kawasan ini kaya dengan destinasi alam yang menantang, namun indah dan alami.

Tapanuli Selatan adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang memiliki banyak potensi wisata. Jenis wisata yang banyak dijumpai di daerah ini adalah wisata alam menjelajahi pegunungan Bukit Barisan. Dari Medan, Tapanuli Selatan bisa diakses dengan menggunakan transportasi darat dan udara. Jika menggunakan jalur darat butuh waktu 8-12 jam. Sedangkan melalui jalur udara, hanya butuh waktu kurang lebih satu jam.

Dengan topografi wilayah yang dilintasi Bukit Barisan, beberapa gunung dan bukit serta hutan belantara, dapat dibayangkan betapa menantangnya Kabupaten Tapanuli Selatan. Setelah pemekaran wilayah Tapanuli Selatan terbagi menjadi beberapa kabupaten/kota, yaitu Kota Padang Sidempuan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara serta Padang Lawas Selatan. Kawasan ini kaya dengan destinasi wisata alam yang memikat. Nih, 10 titik kece buat referensi wajib Sobat Pesona.


Bukit Tor Simago-mago
Destinasi Bukit Tor Simago-mago wisata alam pegunungan Bukit Barisan  ini berupa hamparan bukit yang diselimuti hijaunya rerumputan berpagar pohon-pohon yang rindang dengan udara yang sejuk dan segar. Sungai-sungai kecil mengalirkan air di sela-sela batu kali membelah kawasan yang  berselimut rimbunnya pepohonan ini. Suasana sekeliling yang sepi kecuali suara hembusan angin serta kicauan burung yang sesekali terdengar, menciptakan kedamaian bagi siapapun yang berada di lokasi.

Sejumlah fasilitas telah disediakan bagi wisatawan yang berkunjung ke sini, seperti berbagai macam wahana permainan anak-anak, beberapa ekor kuda yang sengaja dipelihara untuk mempercantik pemandangan sekeliling dan untuk dijadikan objek foto. Tak ketinggalan sebuah hotel bagi wisatawan yang ingin menginap.


Air Terjun Silima-Lima
Air terjun Silima-lima terletak di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan. Butuh waktu kurang lebih 1 jam hingga 90 menit perjalanan dengan motor dari Padang Sidempuan. Biaya untuk dapat menikmati keindahan air terjun dengan ketinggian kira-kira 80 meter ini adalah Rp15.000. Melewati jalan setapak dengan kanan kiri hutan yang sangat asri, serta harus berhati-hati karena adanya jurang. Sebaiknya menggunakan sepatu boot dan hati-hati dengan lintah.

Trek air terjun Silima-lima ini cocok bagi pecinta alam mengingat jalurnya yang cukup sulit. Namun semua itu dijamin akan terbayar ketika menikmati keelokan guyuran air beriak putih dengan debit deras ini, serta bebatuan besar yang berada di kolam yang menampung air terjun tersebut.


Aek Sijornih
Wisata alam pegunungan ini  berada di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Kalau dilihat dari gambar, seolah-olah tempat ini seperti lukisan. Padahal Aek Sijornih merupakan air terjun alami dengan ketinggian 10 meter yang dikelola oleh pemerintah dan warga sekitar. Tempat ini menjadi lokasi yang nyaman untuk berwisata, bahkan anak-anak pun aman bermain di area ini.

Wisata alam Tapanuli Selatan ini terdiri dari dua guyuran air, yang pertama dialirkan ke parit-parit kecil, sedangkan yang kedua ditampung ke dalam kolam yang biasa dipakai pelancong untuk berenang. Prasarana di tempat wisata ini tergolong lengkap, mulai dari kamar mandi umum sampai tempat makan. Kawasan ini dapat dicapai dengan kendaraan umum berupa angkot maupun kendaraan pribadi dari Padang Sidempuan paling tidak 1 jam.


Air terjun Aek Malakkut
Untuk dapat sampai ke wisata alam pegunungan ini butuh perjuangan yang tidak bisa dibilang ringan. Hal ini dikarenakan lokasi air terjun Aek Malakkut, yang masuk Desa Marancar Gondang, Kecamatan Marancar, berada di dalam hutan dan harus ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 2 jam.

Namun, perjalanan berat dan melelahkan tersebut bakal tertebus oleh keindahan panorama air terjun yang masih alami karena memang jarang dikunjungi wisatawan. Pesona Aek Malakkut terpancar dari dinding batunya yang berdiri tegak berhias tanaman merambat dan pepohonan di kanan kirinya. Sedang pada bagian bawah, kolam alamnya yang berair jernih, bertabur batu-batu kali dengan berbagai bentuk dan ukuran yang membuat keindahan alam sekitar semakin sempurna.


Danau Siais
Danau Siais memang kalah pamor dibanding Danau Toba. Namun keelokan panorama danau yang berlokasi di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan ini tidak kalah menawan. Memakan waktu kurang lebih 2 jam dari Padang Sidempuan, Danau Siais menawarkan bentangan air danau kebiruan, serta hamparan pepohonan yang masih terjaga keasriannya. Danau Siais berada tidak jauh dari pemukiman warga dengan akses yang mudah ditempuh.


Aek Sabaon
Wisata pegunungan dengan hamparan  danau yang jernih serta bangku-bangku taman dan tempat peristirahatan yang mengelilingi kawasan danau, menjadi suguhan utama saat menginjakkan kaki di Aek Sabaon. Tidak butuh waktu lama untuk membuat wisatawan berdecak kagum, karena begitu mata memandang suasana sekeliling, yang terlihat adalah indahnya Bukit Barisan di setiap sudutnya.

Banyak yang mengatakan kalau objek wisata ini mirip dengan wilayah pedesaan di Swiss. Hal tersebut disebabkan karena kawasan ini dikelilingi oleh pegunungan yang hijau oleh pepohonan serta bangunan penginapan yang semuanya menghadap ke danau, menyerupai rumah-rumah di wilayah pedesaan di negara-negara Eropa.


Pegunungan Sibual-buali
Wisata alam pegunungan Sibual-buali berada di ketinggian 1.819 meter dari permukaan air laut. Kawasan ini memiliki vegetasi flora dan fauna yang beragam dan sebagian di antaranya merupakan vegetasi endemik. Pegunungan ini sangat menarik bagi mereka yang suka trekking, karena hamparan alamnya yang indah serta menyejukkan mata.

Harette, sebutan untuk puncak Gunung Sibual-buali, menjadi tujuan utama para pendaki, karena di sini tersimpan panorama yang eksotis berupa kolam kawah berdiameter 10 meter yang menggelegak dan mengeluarkan kepulan asap tebal. Kawah Harette ini dapat dilihat dari atas Gunung Sibual-buali.


Air Terjun Sitimbulan
Wisata alam pegunungan ini berada di Desa Haunatas Kabupaten Tapanuli Selatan,  memiliki keistimewaan yaitu pada kolam yang menampung air terjun berwarna kebiruan dan dapat digunakan untuk berenang. Perjalanan ke wisata alam ini dapat ditempuh dari Padang Sidempuan dalam waktu setidaknya 1 jam dengan kendaraan bermotor. Jalur menuju air terjun Sitimbulan sudah beraspal sehingga memudahkan mencapai area ini. Melewati pemukiman warga Desa Haunatas, berjarak 100 meter maka akan menemukan guyuran air terjun yang memang tidak tinggi.


Wisata Air Parsariran
Wisata alam yang merupakan pemandian ini salah satu objek wisata favorit masyarakat Tapanuli Selatan, karena menawarkan wisata murah yang dapat dikunjungi bersama keluarga.

Aek Parsariran mempunyai  aliran sungai yang bersih dan jernih ini sehingga  tidak pernah sepi dari pengunjung, karena lokasinya berada di pinggir jalan lintas Padangsidempuan-Sibolga, tepatnya di Desa Hapesong Baru Kecamatan Batang Toru. Wisata alam pegunungan ini kerap dimanfaatkan sebagai tempat persinggahan dan peristirahatan oleh mereka yang menuju ke Padangsidempuan atau akan berekreasi ke Pantai Sibolga. Namun, ada juga pengunjung yang sengaja datang ke lokasi untuk menikmati wisata alam murah di Aek Parsariran.


Pemandian Air Panas Aek Nabara
Pemandian air panas Aek Nabara mengalir dari atas bukit membentuk sungai yang dipenuhi batu-batu kali dengan berbagai bentuk dan ukuran, yang menciptakan keindahan tersendiri. Pemandian alam Aek Nabara tidak hanya menyuguhkan itu saja, tapi juga aliran sungai yang memiliki suhu air yang hangat karena bercampur dengan fosfor.

Itu sebabnya wisata alam pemandian air panas ini banyak dikunjungi wisatawan, sekalipun belum dikelola secara profesional. Mereka yang datang ada yang ingin menikmati sensasi mandi di sungai berair hangat dan dikelilingi panorama yang indah, ada juga yang bertujuan untuk pengobatan, karena air yang mengandung fosfor dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit serta melancarkan peredaran darah.


Foto : Jaka Thariq


Review 0