Wamena, Gerbang Ke Lembah Baliem dan Pegunungan Tengah Papua

Dikenal dengan Festival Lembah Baliem yang mendunia, Wamena menjadi salah satu destinasi wisatawan domestik hingga mancanegara. Kota ini pun terletak di Lembah Baliem, yang diapit Pegunungan Jayawijaya bagian selatan yang memiliki ketinggian sekitar 1.800 di atas permukaan laut.

Sebagai ibu kota dari Kabupaten Jayawijaya, Kota Wamena menjadi gerbang masuk bagi para wisatawan yang hendak menyaksikan Festival Lembah Baliem, yang digelar setahun sekali pada awal Agustus. Kota dengan luas 249,31 km² ini  merupakan satu-satunya kota teramai dan terbesar  di Pegunungan Tengah Papua.

Penamaan Wamena berasal dari Bahasa Suku Dani, salah satu suku terbesar pula di Kabupaten Jayawijaya, yang diambil dari dua suku kata yakni "Wa" dan "Mena" yang artinya "Babi Jinak". Di kota Wamena terdapat Bandar Udara (Bandara) Wamena, yang terminal barunya diresmikan Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2015. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 2.175 meter, dan terminalnya mampu melayani sekitar 300-an penumpang. Karena itu, bandara ini adalah salah satu bandara tersibuk di Papua, selain Bandara Sentani, di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Bandara Wamena menjadi penghubung wilayah Jajawijaya dan Jayapura, pun beberapa kabupaten pemekaran lainnya seperti Kabupaten Yahukimo, Tolikara, Lanny Jaya, dan lain-lain. Selain rute udara, Wamena nanti bisa diakses menggunakan jalur darat dari Jayapura, namun proyek pengerjaan jalannya masih sedang berlangsung.


Perang-Perangan Antar Suku
Lembah Baliem ditemukan oleh ekspedisi ketiga zoologi Richard Archbold untuk New Guinea pada 1938. Lembah ini kerap pula disebut "Grand Valley". Seiring waktu, setelah terbuka untuk pariwisata, mulailah digelar Festival Lembah Baliem yang awalnya berasal dari acara perang antarsuku yakni Suku Dani, Lani, dan Yali. Acara ini pertama kali digelar pada 1989 dan acara perang-perangan itu sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan..

Wamena dikenal dengan Festival Lembah Baliem yang mendunia, Wamena menjadi salah satu destinasi wisatawan domestik hingga mancanegara. Kota ini pun terletak di Lembah Baliem, yang diapit Pegunungan Jayawijaya bagian selatan yang memiliki ketinggian sekitar 1.800 di atas permukaan laut. Karena berada di ketinggian, kota ini memiliki cuaca yang dingin, yang mulai terasa pada sore hari. Kota ini juga dibelah Sungai Baliem.

Berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, Lembah Baliem yang berada di jajaran Pegunungan Jayawijaya, tepatnya di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, memiliki panorama yang mempesona. Honai atau rumah khas Papua, masih banyak ditemukan di lembah ini. Suhu di Lembah Baliem berkisar 10-15 derajat celcius pada malam hari.

Sebagai tempat tinggal Suku Dani, Lembah Baliem bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Perjalanan dari Kota Wamena sampai ke Desa Wosilimo, jaraknya sekitar 20-an kilometer. Selain Suku Dani, beberapa suku seperti Suku Yali dan Suku Lani, juga hidup di lembah ini.

Tahun ini, rencananya Festival Lembah Baliem akan berlangsung pada 7 sampai 11 Agustus 2019. Yang perlu diperhatikan para turis nanti, yakni soal harga barang-barang di Wamena. Sebagian besar harganya menjadi dua kali lipat, karena stok-stok barang harus diangkut dengan pesawat.


Foto : Stefanus Tarsi


Review 0