Kefamenanu, Kota Perbatasan Indonesia dan Timor Leste

Tidak hanya desa-desa adat yang masih terjaga dengan baik, sejumlah wisata alam dengan panorama yang menakjubkan tersaji di kota perbatasan Indonesia dan Timor Leste yang bernama Kefamenanu ini.

Kefamenanu merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, dan biasa disebut dengan Kota Kefa. Daerah ini terletak pada jalur transportasi Kupang - Soe - Atambua yang ramai dilalui oleh kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, sehingga kota ini seringkali menjadi salah satu alternatif tempat liburan di Nusa Tenggara Timur.

Kefamenanu terletak di Lembah Bikomi dan terdiri dari 24 kecamatan serta 175 desa kelurahan. Dengan luas mencapai 2.669,7 km2, Kefamenanu berbatasan langsung dengan Laut Sawu dan Timor Leste di bagian utara. Sementara, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Belu, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kupang, dan di bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Selatan.


Ibukota Belanda di Timur
Kefamenanu didirikan oleh Belanda pada 22 September 1922. Lahirnya Kefamenanu tidak lepas dari usaha Belanda untuk menguasai Pulau Timor seluruhnya. Pada masa itu, Kefamenanu dijadikan sebagai ibukota Pemerintahan Belanda yang disebut Onderafdeling Noord Midden Timor.

Letak Kota Kefamenanu sangat strategis. Di samping dekat dengan ibukota provinsi Nusa Tenggara Timur, kota ini juga berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste sehingga mempunyai peluang yang sangat strategis untuk perdagangan antarnegara. Selain itu, kota ini juga mempunyai berbagai potensi yang terus dikembangkan hingga sekarang, seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, pariwisata, serta menjaga kekayaan seni dan budayanya.

Kehidupan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara masih kental dengan tradisi hingga sekarang. Beragam kekayaan seni, budaya, dan sejarah dari zaman dahulu hingga sekarang masih terjaga dengan baik. Banyak kampung adat yang masih menyimpan benda-benda purbakala yang diwariskan secara turun-temurun, seperti Sonaf Maubesi, Sonaf Oelolok, Hutan Adat Inbate, serta gua-gua yang tersebar di beberapa daerah.

Kefamenanu juga terkenal dengan pengaruh agama Katoliknya yang kuat. Oleh karena itu, banyak didirikan gereja yang bagus dan unik di kota ini. Selain itu, beragam wisata ada di sini mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religi, hingga wisata sejarah. Sejumlah objek wisata dapat menjadi pilihan bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke Kefamenanu, seperti Tanjung Bastian, Oeluan, Tamkesi, Maslete, Gua Bitauni, Bukit Puna Sinai, serta Puncak Tunnoe.


Foto: Riki Samadara


Review 0