Tanjungpinang, Jalur Strategis Perdagangan Kesultanan Riau

Ibu kota dari Provinsi Kepulauan Riau, terletak di Pulau Bintan, dikelilingi beberapa pulau kecil seperti Pulau Dompak dan Pulau Penyengat. Dahulu adalah pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga. Kini Tanjungpinang tetap memikat dengan berbagai destinasi wisatanya.

Sebelum dimekarkan Tanjungpinang adalah ibukota Kabupaten Kepulauan Riau (sekarang Kabupaten Bintan). Kota ini juga awalnya adalah ibukota Provinsi Riau (meliputi Riau daratan dan kepulauan) sebelum kemudian dipindahkan ke Pekanbaru.

Pintu Masuk Kepulauan Riau

Nama Tanjungpinang, diambil dari posisinya yang menjorok ke laut dan banyak ditumbuhi sejenis pohon pinang. Pohon yang berada di Tanjung itu merupakan petunjuk bagi pelayar yang akan masuk ke Sungai Bintan sehingga Tanjungpinang menjadi pintu masuk ke Sungai Bintan, dimana terdapat kerajaan Bentan yang berpusat di Bukit Batu. Posisi Tanjungpinang yang strategis dan pusat kebudayaan Melayu serta lalu lintas perdagangan, menjadikannya sebagai kota yang cukup terkenal.

 

Kota Tanjungpinang memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pantai Trikora dengan pasir putihnya terletak kurang lebih 65 km dari kota, dan Pantai Buatan yaitu Tepi Laut yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota (waterfront city).

Pelabuhan Laut Tanjungpinang di Sri Bintan Pura disinggahi kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat) untuk akses domestik ke pulau Batam dan pulau-pulau lain seperti Kepulauan Karimun dan Kundur, serta kota-kota lain di Riau. Pelabuhan ini juga merupakan akses internasional ke Malaysia dan Singapura.

Berdasarkan Sulalatus Salatin, Tanjungpinang dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Malaka. Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugal, Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Malaka. Kemudian menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum diambil alih oleh Belanda setelah mereka menundukkan perlawanan Raja Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat.

 

Pada masa Hindia Belanda, Tanjungpinang merupakan pusat pemerintahan Karesidenan Riouw. Kemudian di awal kemerdekaan Indonesia, menjadi ibu kota Provinsi Riau. Pada tahun 1957, Tanjungpinang menjadi ibu kota Provinsi Riau. Namun dua tahun kemudian ibu kota propinsi itu dipindahkan ke Pekanbaru.

Pariwisata di Tanjungpinang

Pulau Penyengat merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Tanjungpinang. Pulau seluas 3,5 km² ini berada di sebelah barat Kota Tanjungpinang dan dapat ditempuh 15 menit dengan transportasi laut. Pada pulau ini terdapat banyak bangunan bersejarah dan makam yang telah dijadikan situs cagar budaya. Di pulau ini juga dijumpai kelenteng atau vihara di kawasan Kampung Bugis dan Senggarang, yang sekaligus menjadi kawasan wisata religi. Wisata lainnya juga dapat ditemukan di Pantai Impian, Tugu Pensil, Tepi Laut dan sebagainya.


Review 10


Kota Tanjungpinang memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pantai Trikora dengan pasir putihnya terletak kurang lebih 65 km dari kota, dan Pantai Buatan yaitu Tepi Laut yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota (waterfront city).

Makhmudin


Tanjungpinang adalah ibukota Kabupaten Kepulauan Riau menjadi pintu masuk strategis perdagangan di Riau. Tanjungpinang memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti Pulau Penyengat disana banyak dijumpai kelenteng atau vihara di kawasan Kampung Bugis dan Senggarang

Adnan Yollanda


Pantai penyengat merupakan salah satu destinasi wisata di tanjung pinang..disini banyak makam dan bangunan bersejarah yang sudah dijadikan situs budaya..

yuliana


Pasti seru memandang kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat). Pelabuhan Laut Tanjungpinang di Sri Bintan Pura ini juga sudah sangat Familiar karena pelabuhan untuk ke batam

Andriani Silitonga Netty


Selain terkenal dengan pariwisatanya, Kepulauan Riau juga terkenal dengan oleh oleh khasnya hlo seperti Bingka Pandan. ingka Pandan juga menjadi kue favorit di Tanjung Pinang. Tekstur yang padat dan lembut, berlemak santan serta aroma pandan yang menyengat membuat kue ini dicari banyak orang untuk dijadikan oleh-oleh khas Tanjung Pinang. Tak hanya teksturnya yang membuat banyak orang menyukai Bingka Pandan, namun rasanya yang legit dan gurih juga berhasil membuat semua kalangan menjadikan kue ini sebagai salah satu jenis pencuci mulut terfavorit.

Rachmatulla