Cirebon, Pusat Peradaban Pesisir Utara Jawa

Kota dagang di pantai utara, menyatukan budaya Cina, Arab, India dengan tradisi masyarakat Sunda. Memiliki warisah bersejarah masjid, vihara, hingga batik dan kuliner yang memikat.

Kota Cirebon terletak di pesisir utara Pulau Jawa yang sering disebut dengan Pantura. Dari Bandung dapat ditempuh lewat darat sejauh 130 km dan 258 km dari kota Jakarta. Cirebon memiliki lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, menjadikan kota ini sebagai kota perdagangan dan jasa yang maju.

Cirebon memiliki sarana transportasi darat, udara dan laut. Salah satu potensi transportasi yang saat ini terus dikembangkan adalah bandara Cakrabuana di bawah dua otoritas yaitu TNI Angkatan Udara dan Departemen Perhubungan, dan sekarang efektif digunakan untuk sekolah penerbangan.

Sedangkan untuk transportasi laut kota Cirebon memiliki pelabuhan yang saat ini efektif digunakan untuk pengangkutan batubara dan berbagai kebutuhan pokok dari beberapa pulau di Indonesia. Untuk transportasi darat terdapat stasiun Kereta api Kejaksan yang sangat strategis kareana berada pada perlintasan lalulintas KA dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kota Multibudaya

Cirebon menjadi pertemuan budaya Cina, Arab dan India. Ketiganya berkembang pesat dan meninggalkan warisan bersejarah berumur ratusan tahun. Seperti Mesjid Agung Sang Cipta Rasa yang dibangun pada Tahun 1498 M. Untuk tempat ibadah umat Budha dan Konghucu terdapat Vihara Dewi Welas Asih yang dibangun 1501 M. Selain itu terdapat juga tempat ibadah di masa Kolonial yaitu Gereja Santo Yusup yang dibangun pada tahun 1878 M.

Cirebon juga dikenal sebagai kota 3 Peradaban yaitu Kerajaan, Kolonial dan Modern. Hal ini terlihat dari berbagai peninggalan sejarahnya yang kini menjadi objek wisata, salah satunya adalah Taman Air Gua Sunyaragi yang merupakan komplek bangunan taman yang pada masanya dikenal memiliki teknologi pengaliran air yang canggih.

 

Cirebon dikenal juga dengan wisata makanan atau kulinernya yang khas seperti Nasi Jamblang, Empal Gentong, Tahu Gejrot , Nasi Lengko dan berbagai macam makanan yang lainnya.

Berbicara mengenai Cirebon tidak lepas dari batik , perkampungan batik trusmi sangat terkenal. Adapun ciri khas motif  batik Cirebon yang terkenal adalah  Mega Mendung, kemudian ada batik Ciwaringin yang proses pewarnaan nya memakai bahan-bahan alami dari tumbuhan, seni gerabah pun tidak luput dari perhatian.


Review 15


Wow keren

Makhmudin


Cirebon Kota multibudaya dari Cina, Arab dan India membuat daya tarik tersendiri.

Adnan Yollanda


..Yummy Tahu Gejrot khas Cirebon yang bercita rasa gurih, segar dan juga pedas. Kuliner dicirebon tentunya juga dipengaruhi budaua yang berkembang disana. Jangan lupa Tahu gejrot jika mampir di Cirebon.

Adiyanti prima westri


..Cirebon kota budaya, tentunya banyak sekali budaya yang berpengaruh di Cirebon. Karena didominasi oleh 3 budaya yang berbeda yaitu Arab, Cina dan juga Jawa. Tentunya perpaduan yang unik dan selaras bisa menyatu dengan baik tanpa harus memecah satu sama lainnya.

Adiyanti prima westri


kota cirebon dikenal juga sebagai 3 kota peradaban yaitu kerajaan, kolonial dan modern. hal ini terlihat dari peninggalan sejarahnya yg kini menjadi objek wisata

ida arafah