Wisata Anti Mainstream di Kepulauan Tanimbar

Tempat ini tidak cocok bagi mereka yang senang keriuhan dan berjiwa hedonis. Kepulauan Tanimbar ada untuk mereka yang bosan dengan wisata yang itu-itu saja.

Makin berkembangnya tempat wisata di Indonesia kadang membuat kita jenuh dan akhirnya malas karena suasana yang sudah terlalu ramai. Sebagian dari Sobat Pesona mungkin sedang mencari tempat untuk menyepi dan bermalas-malasan. Jika iya, ada baiknya siapkan waktu ke Kepulauan Tanimbar.

Kepulauan Tanimbar merupakan bagian dari Provinsi Maluku. Walau Maluku sendiri berada di wilayah utara Indonesia, namun Kepulauan Tanimbar justru berada agak ke selatan. Letaknya malah lebih dekat ke Timor Leste dan Australia.

Kepulauan ini terdiri dari beberapa pulau kecil yang masih tergolong sepi, seperti Pulau Mitak, Namwaan, Laibobar, Wotap, dan yang terbesar adalah Pulau Yamdena. Saat ini wisata yang tengah dikembangkan ada di pulau terbesar itu.

Mencapai gugus kepulauan ini bukan perkara mudah. Maka itu, siapkan waktu minimal empat hari sejak jauh-jauh hari jika ingin ke Tanimbar.

Transportasi paling mudah adalah menggunakan pesawat ke Kota Ambon. Dari Ambon kita bisa melanjutkan penerbangan menggunakan pesawat yang lebih kecil ke Saumlaki, tepatnya ke Bandara Mathilda Batlayeri.

Menggunakan kapal? Kita akan butuh waktu lebih panjang lagi. Sebab, saat ini hanya ada satu kapal dalam satu bulan yang bersandar di Pelabuhan Saumlaki. Walau jaraknya yang terbilang jauh dari kota-kota besar, namun apa yang kita dapat di Tanimbar benar-benar tidak bisa tergantikan di tempat wisata lain di Indonesia.

Tempat wisata paling favorit saat ini di Tanimbar adalah Desa Ohoratan. Di desa ini, kita bisa bercengkerama dan mengenal lebih dekat dengan masyarakat lokal serta kebudayaannya.

Selain wisata budaya, kita juga bisa menikmati senyapnya pantai-pantai nan indah di sekitar Tanimbar. Sebut saja pantai Pantai Sifnana, Pantai Weluan, Pantai Pertamina, dan Pantai Eliasa. Saat ini belum banyak wisatawan yang menjamah pantai ini, jadi sangat nyaman untuk kita yang sedang mencari tempat pelarian dari rutinitas sehari-hari.

Jangan bayangkan untuk bisa menginap di hotel-hotel bintang 5 dengan fasilitas lengkap. Di sekitaran Kepulauan Tanimbar hingga saat ini hanya terdapat penginapan-penginapan kecil.

Ada baiknya jika kita bermalam di rumah warga sekitar. Selain kehadiran kita membantu perekonomian warga sekitar, bermalam di rumah warga lokal juga membuat kita benar-benar dekat dan kenal dengan budaya mereka. Jangan takut, masyarakat di sekitar Tanimbar sangat bersahabat dengan wisatawan. Syaratnya, kita patuhi aturan dan kearifan lokal yang berlaku.

Jadi, tunggu apa lagi, siapkan cuti dan rencanakan perjalanan tak terlupakan di Kepulauan Tanimbar!


Review 0