Soe, Kota Cantik Nan Dingin di Pegunungan Timor

Sering disebut dengan Kota Membeku karena cuaca yang jauh lebih dingin dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Pulau Timor.

Soe adalah ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur yang berjarak 110 km dari Kupang. Dengan luas mencapai 28 km2, kota ini mempunyai panorama bentang alam yang menakjubkan. Nama Soe berasal dari bahasa Timor atau Uab Meto yang mempunyai arti “timbah atau menimbah”. Hal ini bermula dari patrol seorang tentara kolonial yang bertemu dengan seorang perempuan pribumi yang sedang menimba air di mata air.

Tentara tersebut menanyakan tentang apa nama tempat ini, tetapi karena perbedaan bahasa dan dialog sehingga perempuan pribumi tersebut menjawab bahwa dia sedang menimba air dengan menggunakan bahasa Timor, au soe oe. Yang tertangkap telinga tentara tersebut adalah kata soe. Hingga kemudian tentara melaporkan kepada pimpinannya bahwa nama tempat yang dia kunjungi itu bernama Soe.


Kota Membeku di Timor
Sejak didirikan pada 1920, Kota Soe terus mengalami perkembangan hingga sekarang ini. kota ini telah menjadi tempat tinggal berbagai golongan masyarakat dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Soe sering juga disebut dengan The Freezing City atau Kota Membeku, karena cuaca di kota ini jauh lebih dingin dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Pulau Timor.

Jauh dari kota-kota besar, Soe menawarkan ketenangan dan kesejukan bagi para pengunjungnya. Kota yang terletak di antara Kota Kupang dan negara tetangga Timor Leste, membuat Kota Soe sering dijadikan tempat persinggahan antar moda transportasi angkutan darat yang ada di Pulau Timor.

Wilayah ini banyak mempunyai tekstur perbukitan dan struktur tanah yang bergulung-gulung, di mana lebih banyak daratannya mempunyai tingkat kemiringan hingga 40 derajat. Kota Soe sendiri berada di ketinggian 792 mdpl, sehingga udara di sini cenderung sejuk dan dingin.

Dengan letak yang berada di pegunungan dan dikelilingi bukit, Kota Soe menawarkan sejumlah destinasi wisata alam yang menawan. Di antaranya seperti Bukit Kapur di Desa Pollo, bukit atau gunung batu di Desa Fatukopa, Hutan Ajaopenu, hingga Air Terjun Oehala yang mempunyai tujuh tingkat yang airnya berasal dari Gunung Mutis.


Foto: Allex Amalo


Review 0