5 Destinasi Wisata Memukau di Biak Numfor

Kalau Sobat Pesona tahun ini mengunjungi Festival Biak Munawa Wampasi 2019 yang digelar 1-6 Juli 2019, siap-siap malas pulang lho. Kita tak akan kehabisan destinasi di wilayah yang merupakan gugusan pulau di sebelah utara daratan Papua ini.

Kecantikan alam dan budaya Kabupaten Biak Numfor di Provinsi Papua memang sungguh memukau. Kabupaten yang berseberangan langsung dengan Samudera Pasifik ini memiliki pantai-pantai berpasir putih yang mempesona, air terjun, ikon bersejarah seperti peralatan Perang Dunia II peninggalan Sekutu Jepang, semuanya masih ada di Biak Numfor.

Nah, kalau Sobat Pesona tahun ini mengunjungi Festival Biak Munawa Wampasi 2019 yang digelar 1-6 Juli 2019, siap-siap malas pulang lho. Kita tak akan kehabisan destinasi di wilayah yang merupakan gugusan pulau di sebelah utara daratan Papua ini.


1. Batu Picah
Terletak di Distrik Warsa,Biak Utara Papua. Dibutuhkan waktu sekitar 90 menit, jika ditempuh dari kota Biak. Batu Picah merupakan destinasi tersohor bagi masyarakat Biak Numfor untuk menghabiskan akhir pekan. Tak jarang pula wisatawan domestik dan internasional yang penasaran ingin melihat, bagaimana ombak besar dari laut setinggi 15 meter menghantam permukaan karang. Hal inilah yang memancing wisatawan untuk berpose saat ombak-ombak datang.

Adapula beberapa masyarakat menyebutkan objek tersebut dengan nama Batu Gong. Dikarenakan hantaman ombak tersebut menghasilkan hempasan suara yang hampir mirip dengan bunyi gong. Disekitar objek itu juga, tidak diperkenankan untuk berenang. Sebab, hantam ombak dapat menyeret pengunjung yang nekat berpose dekat dengan obak. Jadi, harus hati-hati.


2. Monumen Perang Dunia KEDUA (The Second World War Monument)
Monumen Perang Dunia Kedua merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang masih menyimpan sejumlah peralatan perang. Berbagai aksesori yang digunakan tentara Sekutu dan Jepang saat perang berikut tulang belulang dari Tentara Sekutu maupun Jepang disimpan dengan rapi di sini. Monumen yang terletak di Kampung Paray, Distrik Biak Timur, Papua itu juga merupakan tempat ikonik wisatawan untuk berpose di Biak. Dalam kawasan Monumen Perang Dunia Ke II secara garis besar terdiri dari beberapa bagian seperti  pada  bagian utama berupa tembok yang dibuat sedikit melengkung terlihat tulisan “MONUMEN  PERANG DUNIA  KE  II” dalam tiga bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.

Pada bagian depan  terdapat delapan batu besar dengan bentuk dan ukuran bervariasi yang  letaknya di atas semacam Altar dengan menghadap potongan patok beton yang  tersusun rapih   melambangkan para prajurit tentara Jepang sedangkan delapan batu besar tersebut melambangkan delapan Jenderal Jepang yang gugur di medan perang. Monumen tersebut dibangun berdasarkan atas kesepakatan Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang pada tanggal 24 Maret 1994.


3. Telaga Biru Samares
Tidak hanya keelokan pantainya, ada juga kecantikan wisata lain. Salah satunya ialah Telaga Biru yang terletak di Kampung Samares, Distrik Biak Timur, Papua. Telaga Biru tersebut memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan. Telaga yang dikelilingi pepohonan itu memiliki air yang sangat dingin dan berwarna biru. Telaga Biru memiliki sebutan Wopersnondi yang dalam bahasa Biak bermakna pria yang melompat. Dari Kota Biak ke Desa Samares ini ditempuh dengan waktu 1-2 jam menggunakan mobil atau motor karena kondisi jalanan yang cukup baik. Sesampainya di Desa Samares, wisatawan harus berjalan kaki 15 menit untuk mencapai telaga ini.


4. Raja Tiga
Kalau di Provinsi Papua Barat ada Raja Ampat, di Provinsi Papua ada Raja Tiga di Kampung Adoki, Distrik Yendidori,Papua. Kini Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor banyak melahirkan objek-objek wisata baru, yang dikelola dan dirawat langsung oleh masyarakat lokal. Hal ini yang membuat masyarakat lokal semangat dan berlomba mempercantik setiap objek wisata yang dikelolanya. Raja Tiga hanya berjarak 4 kilometer dari pusat Kota Biak. Begitu sampai, kita akan disambut dengan angin pesisir yang sejuk serta pemandangan tiga bongkahan pulau karang di tengah laut yang berwarna biru kehijauan. Posisinya tidak terlalu jauh dari daratan utama Biak.

Jika, Sobat Pesona ingin mendekati ketiga Pulau kecil itu, harus menuruni tangga yang lumayan panjang. Tapi begitu sampai di bawah, pengunjung akan disodorkan pemandangan yang tak kalah cantik jika dilihat dari atas tangga. Pengunjung akan menjumpai karang, rumput laut, ikan serta benda laut lainnya di sekitar kaki. Karena airnya begitu jernih dan semua benda laut itu terlihat jelas dari atas permukaan.


5. Air Terjun Warsa
Ini adalah salah satu air terjun yang berada di Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Air terjun Warsa bisa dicapai 1-2 jam dari kota Biak. Walaupun ketinggiannya hanya mencapai 6 meter, namun air terjun itu memiliki keunikan pada warna batu yang putih dan hampir mirip dengan batu kapur. Air terjun yang turun berasal dari sungai di atasnya tanpa ada celah pada tebing.


Foto : Dessy Fina Wambrauw


Review 1


Air Terjun Wafsarak, di Kampung Warsa, Distrik Warsa

elias