Pangkalan Bun, Kota Manis di Sisi Barat Kalimantan Tengah

Kota yang mendapat julukan Kota Manis (Minat, Aman, Nikmat, Indah, dan Segar) ini merupakan pintu gerbang bagian barat Kalimantan Tengah. Mempunyai kontur berbukit dan berlembah, serta berada di pinggir Sungai Arut.

Pangkalan Bun adalah ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah yang berjarak sekitar 10-12 jam perjalanan darat dari Kota Palangka Raya.

Sebelumnya, daerah ini dikenal sebagai Pangkalanbuun karena merupakan pelabuhan di tepi Sungai Buun. Hampir sama dengan kota-kota lain di Kalimantan, wilayah Pangkalan Bun dikelilingi sungai dan hutan sawit.

Berkunjung ke Pangkalan Bun bisa dijangkau melalui darat, udara, maupun laut. Tata kotanya pun rapi dan bersih. Jalan besar yang telah dibagi menjadi dua jalur pun ditunjang oleh pengaturan komplek perkantoran, perumahan, dan pusat bisnis di titik-titik tertentu.

Sebutan Pangkalan Bun berawal saat Sultan Imanuddin yang melakukan perjalanan dari Kotawaringin Lama menuju Kumai, bahkan sampai ke Banjarmasin. Saat perjalanan tersebut, sultan seringkali singgah di Pongkalan Buun. Pongkalan sendiri mempunyai arti tempat singgah, sedangkan Buun adalah nama orang dari Suku Dayak, sehingga rumah milik Buun yang berada di muara sungai inilah sering disinggahi sang sultan.

Seiring berjalannya waktu, Sultan Imanuddin seringkali melakukan perjalanan sehingga berkeinginan untuk membuat sebuah kampung. Kemudian, dibuatlah kampung dan diberi nama Pangkalan Bun ini.

Sekarang, Pangkalan Bun telah menjadi hub bagi para perusahaan perkebunan dan silvikultur, yang banyak mempunyai lahan usaha di sekitar kota. Pangkalan Bun juga dilalui jalan Trans Kalimantan sehingga kota ini terhubung ke Sampit, Ketapang, dan Kota Pontianak.

Landmark dari kota ini adalah Bundaran Pancasila yang berada di tengah kota dan menjadi tempat berkumpul oleh warga sekitar Pangkalan Bun.

Saat malam hari, Bundaran Pancasila menjajakan berbagai jenis makanan, mulai dari makanan ringan hingga nasi lengkap dengan lauknya. Di seberang bundaran terdapat sebuah pesawat yang sudah tidak digunakan lagi bernama Monumen Penerjunan Pertama Palagan Sambi.

Salah satu peninggalan Kesultanan Kotawaringin yang masih berdiri kokoh hingga sekarang adalah Istana Kuning. Bahkan, keturunan dari sultan pun masih tinggal di dalam istana tersebut. Selain itu, kota ini juga menawarkan petualangan ke pusat penangkaran orang utan di Taman Nasional Tanjung Puting.

Foto: Christian Ribut

 

Review 0