5 Destinasi Liburan Eksotik di Tanjungpinang

Berlibur ke Kota Tanjungpinang merupakan perjalanan yang bakal komplet. Ibu kota Kepulauan Riau ini menawarkan cukup banyak wisata alam hingga budaya yang istimewa. Paduan antara alam, tradisi Melayu dan Tionghoa.

Menghabiskan akhir minggu atau long weekend di Tanjungpinang? Jangan khawatir! Ibu kota Kepulauan Riau ini bakal memberi pengalaman yang istimewa. Tanjungounang menawarkan cukup banyak wisata alam hingga budaya yang luar biasa, paduan antara alam, tradisi Melayu dan Tionghoa. Dimana kita mesti mulai? Yuk berangkat...


Pantai Trikora
Destinasi pertama ini adalah tempat wisata yang sangat terkenal di provinsi Kepulauan Riau. Meski posisinya tidak masuk dalam wilayah kota Tanjungpinang namun pantai ini layak untuk dikunjungi karena masih berada satu pulau dengan ibukota provinsi ini yaitu di Pulau Bintan. Adalah pantai Trikora yang terletak di desa Malang Rapat, kecamatan Gunung Kijang, kabupaten Bintan. Jaraknya dari kota Tanjungpinang sekitar 45 km dan bisa ditempuh selama kurang lebih satu setengah jam.


Danau Biru Bintan
Danau Biru Bintan begitulah sebutan dari danau buatan di area pertambangan pasir di Pulau Bintan. Danau ini menampilkan genangan air yang berwarna biru layaknya Danau Kaolin di Bangka atau bahkan seperti Blue Lagoon di Iceland.

Danau Biru ini bisa traveler jumpai dengan berkendara dari Tanjungpinang selama kurang lebih 20-30 menit. Ada dua rute yang bisa diambil pertama lewat jalur menuju Pantai Trikora dan yang kedua mengambil jalan menuju arah Kijang/Bandara. Tidak perlu membayar tiket masuk ke tempat ini sebab Danau Biru Bintan bukan tempat wisata komersil melainkan area tambang pasir yang hingga kini masih aktif.


Vihara Seribu wajah
Sempatkan untuk mengunjungi Vihara Ksitigarbha Bodhisattva yang terletak di perbatasan sebelah barat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Vihara ini menjadi tempat ibadah sekaligus tujuan wisata religi yang dibangun pada tahun 2010. Sebagai tujuan wisata, vihara ini mempunyai arsitektur yang mempesona layaknya bangunan di China serta terdapat “Patung 1000 Wajah” yang menarik perhatian.


Masjid Raya Sultan Riau
Selagi mengunjungi Pulau Penyengat luangkan waktu untuk berkunjung dan beribadah di Masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini tercatat sebagai salah satu yang tertua di Indonesia sekaligus menjadi saksi bisu sejarah kesultanan Islam di tanah Melayu.

Masjid Raya Sultan Riau telah tercatat sebagai situs cagar budaya pemerintah Indonesia. Masjid yang didominasi warna hijau dan kuning ini memiliki keunikan dalam hal arsitekturnya. Secara fisik memang masjid ini terlihat seperti masjid kebanyakan tapi saat menilik proses pembangunannya didapati bahwa salah satu material penyusun dinding masjid ini berasal dari putih telur tanpa menggunakan semen. Serta pembangunannya sendiri kabarnya memakan waktu hingga 40 tahun.


Review 0