Pelalawan, ‘Empunya’ Fenomena Ombak Tujuh Hantu

Kabupaten Pelalawan adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Riau, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kampar dengan ibu kota Pangkalan Kerinci.

Kabupaten Pelalawan terletak di pesisir Timur Pulai Sumatera, dengan wilayah daratan yang membentang di sepanjang bagian Hilir Sungai Kampar serta berdekatan dengan Selat Malaka. Secara geografis Kabupaten Pelalawan berbatasan dengan Kabupaten Siak, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir, sebelah Barat berbatasan dengan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, dan sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kepulauan Riau.

Kabupaten ini dibelah oleh aliran Sungai Kampar, serta pada kawasan ini menjadi pertemuan dari Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri. Kabupaten Pelalawan merupakan kawasan strategis yang dilewati jalur Lintas Timur Sumatera yang merupakan jalur ekonomi terpadat. Sektor utama dalam perekonomian Pelalawan merupakan sektor industri. Selain itu, perekonomian Pelalawan juga didukung oleh sektor pertambangan. Ada dua jenis tambang yang ada di Kabupaten Pelalawan, yaitu minyak bumi dan gas bumi.

Nama Kabupaten Pelalawan berawal dari nama sebuah kerajaan Pelalawan yang pusat kerajaannya berada di pinggir sungai Kampar.Kerajaan ini berdiri tahun 1761, dan mulai terkenal pada masa pemerintahan Sultan Syed Abdurrahman Fachrudin (1811-1822).

Kabupaten Pelalawan memiliki banyak tempat wisata diantaranya Danau Wisata Betung dengan bangunan ditengah danaunya yang berisikan aneka ragam seni budaya asli yang masih terpelihara dengan baik oleh masyarakat; Istana sayap, bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan Pelalawan, , serta Kawasan Hutan Tesso Nilo dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi baik flora maupun faunanya.

Atraksi wisata ikonik dari Pelalawan adalah Ombak Bono, dengan fenomena alam gelombang air sungai kamparnya. Akibat pertemuan gelombang air sungai dengan Selat Malaka, memunculkan ombak tinggi sebanyak 7 lapis. Dalam legenda masyarakat ombak ini disebut Tujuh Hantu. Kini sang hantu ini menjadi atraksi wisata selancar kelas dunia, hingga diselenggarakan kompetisi Bono Surfing yang diikuti peselancar dari berbagai dunia. 

Foto : Bayu Amde


Review 3


Namanya serem tapi tempatnya indah dan cocok untuk yg suka selancar niih....????????????

Kastini


Surganya bagi para peselancar dengan ombak yang begitu menantang

Adnan Yollanda


Pasti keren bagi peselancar untuk merasakan tujuh ombak hantu yang menantang

Upik Hidayah