Pekanbaru, Pesona Senapelan Modern di Sisi Sungai Siak

Tahukah kamu, apa nama asli kota Pekanbaru? Kalau merunut sejarahnya, Ibukota provinsi Riau ini dulunya bernama Senapelan. Di tahun 1762, kota ini didaulat oleh Sultan Siak saat itu, Sultan Alammudin Syah, menjadi ibukota Kesultanan Siak, menggantikan kota Mempura.

Cerita penunjukan ini agak patriotik. Konon, Sultan saat itu nggak ingin penjajah Belanda ikut campur dalam urusan keluarga kerajaan. Jadilah Senapelan pusat pemerintahan baru dari Kesultanan Siak.

Sayangnya, nama Senapelan tidak populer. Orang-orang lebih mengenal kota ini sebagai Pekanbaru. Ya, terletak di sisi Sungai Siak, kota baru ini langsung menjelma menjadi Pekan (pasar) bagi pedagang Minangkabau yang banyak berniaga di area Sungai Siak.Apalagi tempat ini kemudian didukung oleh akses jalan yang menghubungkan dengan daerah-daerah penghasil lada, gambir, damar, kayu, rotan, dan lain-lain. Jalan tersebut menuju ke selatan sampai ke Teratak Buluh dan Buluh Cina dan ke barat sampai ke Bangkinangterus ke Rantau Berangin.

Hari ini, Pekanbaru masih menjadi pusat perniagaan paling aktif di Sumatera bagian tengah. Terletak di provinsi Riau, Pekanbaru memiliki akses yang cukup strategis. Naik ke arah barat (sumatera barat), Utara (Medan) maupun ke kepulauan Riau, Singapura dan Malaysia.

Letaknya yang strategis membuat Pekanbaru kental memiliki budaya Melayu. Ini bisa dilihat hingga hari ini, lewat arsitektur gedung yang memiliki ciri khas arsitektur Melayu seperti bangunan Balai Adat Melayu Riau yang terletak di jalan Diponegoro yang bahkan memuat beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji sastrawan keturunan Bugis.

Di Pekanbaru juga terdapat  Gedung Taman Budaya Riau, yang berfungsi sebagai pusat pagelaran kegiatan budaya dan seni Melayu Riau. Tepat di sampingnya ada Museum Sang Nila Utama, yang berisi koleksi benda bersejarah, seni, dan budaya. Museum ini menyandang nama seorang tokoh legenda dalam Sulalatus Salatin, pendiri Singapura.

Ada juga Anjung Seni Idrus Tintin , bangunan dengan arsitektur tradisional dan mengabadikan nama seniman Riau, Idrus Tintin, dibangun pada kawasan yang dahulunya menjadi tempat penyelengaraan MTQ ke-17.

Pada kawasan Senapelan terdapat Masjid Raya Pekanbaru yang sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Alam, dibangun sekitar abad ke-18 dan merupakan masjid tertua di Kota Pekanbaru.

Pekanbaru juga memiliki banyak masjid yang besar dan indah. Ini yang menjadikan Pekanbaru kota yang kental nuansa Islamnya.

Selain itu,  komunitas Tionghoa di Pekanbaru juga memiliki akar budaya yang kuat. Sudah bertahun-tahun komunitas Tionghoa menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek, kemudian ditutup dengan perayaan Cap Go Meh. Pesta ini umumnya dipusatkan di kawasan Senapelan terutama pada beberapa vihara besar seperti di Vihara Dharma Loka atau Vihara Tridharma Dewi Sakti.


Review 11


Pekanbaru juga memiliki banyak masjid yang besar dan indah.

Makhmudin


Letaknya yang strategis membuat Pekanbaru kental memiliki budaya Melayu, kawasan Senapelan terdapat Masjid Raya Pekanbaru dikenal dengan nama Masjid Alam, dibangun sekitar abad ke-18 dan merupakan masjid tertua di sana

Adnan Yollanda


Pekanbaru adalah kota yang memiliki banyak suku melayu dan mayoritas disana penduduknya Orang Melayu, bahasa yang digunakan pun sangat kedengaran lembut. Pekanbaru letaknya yang strategis membuat Pekanbaru kental memiliki budaya Melayu. Ini bisa dilihat hingga hari ini, lewat arsitektur gedung yang memiliki ciri khas arsitektur Melayu seperti bangunan Balai Adat Melayu Riau yang terletak di jalan Diponegoro yang bahkan memuat beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji sastrawan keturunan Bugis. dipekanbaru juga memiliki banyak Mesjid yang bagus dan Megah,

Andriani Silitonga Netty


Pekanbaru memiliki budaya melayu yang kental..Selain itu, komunitas Tionghoa di Pekanbaru juga memiliki akar budaya yang kuat. Sudah bertahun-tahun komunitas Tionghoa menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek, kemudian ditutup dengan perayaan Cap Go Meh. Pesta ini umumnya dipusatkan di kawasan Senapelan terutama pada beberapa vihara besar seperti di Vihara Dharma Loka

yuliana


Pekanbaru terletak di Provinsi Riau menjadi pusat perniagaan paling aktif di Sumatera bagian tengah.Pekanbaru memiliki akses yang cukup strategis dan kental dengan kebudayaan Melayu

Ria Restyowati