Bantul, Penuh Cerita Kepahlawanan dan Keindahan Alam

Bantul adalah sebuah Kabupaten yang sangat terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebab, di Bantul ada banyak sekali objek wisata yang bisa kita kunjungi..

Selain memilik banyak wisata unggulan, Bantul juga punya banyak pengrajin yang membuat aneka kerajinan tangan tradisional. Hal inipun menambah daya tarik Bantul di mata para turis dan wisatawan.

Dari sisi geografis, Bantul merupakan Kabupaten dengan luas wilayah mencapai 506,86 km persegi. Bantul berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunung Kidul, Samudera Hindia, dan Kabupaten Kulon Promo.


Menyimpan Kisah Kepahlawanan
Bantul yang berkaitan erat dengan Yogyakarta menyimpan banyak kisah kepahlawanan, mulai dari perlawan Pangeran Mangkubumi di Ambar Ketawang, hingga upaya pertahanan Sultan Agung di Pleret. Selain itu, Bantul juga menjadi basis Perang Gerilya yang dipimpin Jenderal Soederman, dan Serangan Oemoem 1 Maret yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Bantul diresmikan setelah tahun 1831 Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan Yogyakarta mengadakan kontrak kerja sama, yang membahas tentang pembagian wilayah administratif baru dalam Kasultanan disertai penetapan kepala wilayahnya.

Akhirnya, Kasultanan Yogyakarta dibagi menjadi tiga Kabupaten, yaitu Bantulkarang di Selatan, Denggung di Utara, dan Kalasan di Timur. Menindaklanjuti pembagian wilayah baru tersebut, akhirnya Kabupaten Bantul yang dulunya bernama Bantulkarang diresmikan tanggal 20 Juli 1831, dengan jabatan bupati dipegang oleh Raden Tumenggung Mangun Negoro.

Tanggal ini juga menjadi simbol kepahlawanan dan kekeramatan bagi masyarakat Bantul. Sebab, Perang Diponegoro pecah pertama kalinya pada tanggal 20 Juli 1825.


Bertabur Objek Wisata dan Rekreasi
Di Bantul, kita bisa menemukan banyak objek wisata dan rekreasi yang serba menarik. Misalnya, Pantai Parangtritis yang dikenal akan kemistisannya, atau sederet pantai lain yang menawarkan pemandangan alam tak kalah cantik, seperti Pantai Depok dan Pantai Goa Cemara.

Tak hanya pantai, di kawasan Bantul juga terdapat objek wisata religi yang bisa memberi sensasi baru dalam liburanmu, yakni Kompleks Pemakaman Imogiri yang menjadi tempat peristirahatan banyak tokoh penting dalam Kerajaan Mataram.

Aneka goa dan hutan pinus juga tersedia di Bantul. Misalnya Goa Selarong, Goa Cerme, dan Hutan Pinus Mangunan, yang belakangan menjadi terkenal di kalangan anak muda.


Berburu Kuliner dan Buah Tangan Khas Bantul
Usai pelesiran di Bantul, jangan lupa mencicipi aneka ragam kuliner lezat yang siap menggoyang lidah. Misalnya, sate kambing sor talok yang legendaris, mangut lele yang gurih dan lezat, juga ayam ingkung yang unik rupa dan rasanya. Hmmm, langsung ngiler, nih!

Selain itu, Sobat Pesona pun bisa berburu buah tangan di sejumlah desa pengrajin di Bantul. Misalnya, saja di Dusun Pucung, Pendowoharjo, Sewon, yang warganya menjadi pengrajin patung primitif.

Oleh-oleh lain yang tak kalah otentik dari Bantul adalah wayang kulit gendeng yang bisa kita dapatkan di Dusun Gendeng, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan. Kawasan ini dikenal sebagai pengrajin wayang kulit dengan kualitas terbaik. Sebab ada puluhan pengrajin handal yang hingga kini tetap mempertahankan teknik pembuatan wayang kulit gaya Yogyakarta yang mengedepankan kualitas.


Review 0