Ruteng, Kehangatan Kopi di Dataran Tinggi

Pulau Flores tidak henti-hentinya membuat kita kagum. Berada di dataran yang cukup tinggai membuat Ruteng menyimpan keindahan alam yang sulit untuk dilupakan. Mulai dari keramahan penduduknya, hingga kehangatan kopi khasnya.

Ruteng, sebuah kota dataran tinggi yang merupakan ibu kota dair Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kota kecil ini menempel di lereng landai sisi utara deret pegunungan hijau Mandusawu di ketinggian 1.200 mdpl. Seperti halnya kawasan dataran tinggi lainnya, Ruteng juga menawarkan destinasi indah dengan kesejukan alam hijau yang memanjakan mata.

Lantas keindahan seperti apa yang ada di Kota Ruteng ini?


Wae Rebo
Desa Wae Rebo terletak di barat daya Kota Ruteng. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl, desa ini menyuguhkan pemandangan alam berupa gunung-gunung berpadu dengan 7 rumah adat bebentuk kerucut.

Untuk menuju kampung yang masuk dalam warisan budaya dunia UNESCO pada tahun 2012 ini, perlu tenaga ekstra. Karena harus berjalan kaki selama kurang lebih 3 sampai 4 jam, atau sekitar 7 kilometer dari kampung Denge. Sebagian masyarakat Desa Wae Rebo bertani, sedangkan wanitanya membuat tenun. Ada pula kebun kopi, yang menjadi incaran pengunjung untuk mencicipi kopi khas Flores yang nikmat.


Sawah Jaring Laba-laba
Puas menikmati keindahan Desa Wae Rebo, saatnya berpindah ke sawah yang sangat unik ini. Ya, Sawah Jaring Laba-laba, atau Sawah Lodok Cancar. Sawah ini berada di Desa Meler. Di sini ada 11 hamparan sawah yang terdiri dari 8 kampung. Semuanya dapat dilihat dari Puncak Weol, kita akan dibuat terkagum-kagum melihat sawah berbentuk jari-jari melingkar dengan formasi menyerupai jaring laba-laba yang seakan tertata rapi. Akses menuju tempat ini tidak terlalu sulit, setiap jam akan ada angkot dari dan ke tempat ini.


Gua Liang Bua
Terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liang Bua, Kecamatan Wae Ri’I, Gua Liang Bua merupakan tempat ditemukannya fosil ‘Homo Florensis’, atau manusia Flores. Yakni manusia Flores purba yang tingginya hanya 100 cm dan beratnya 25 kg. Untuk menuju tempat wisata ini, kita bisa menggunakan angkutan umum dari Kota Ruteng dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.


Golo Curu
Golo Curu berada di bibir kota dingin Ruteng, tepatnya di wilayah Kelurahan Karot, Langke Rembong. Di sini kita bisa menyaksikan patung Bunda Maria yang menjadi tempat doa yang tenang dan damai bagi umat Kristiani. Di Golo Curu kita juga bisa melihat indahnya Kota Ruteng.


Review 10


Perjalanan yang menghabiskan waktu berjam jam serta jalur tempuh yang mendaki sangat sepadan ketika kita mencapai puncak Desa wae rebo terlebih saat melihat rumah adat yang benilai artistik yaitu bentuknya yang unik mengerucut. Selain menawarkan pesona alamnya, kearifan lokal dan budaya yang kental Wae Rebo juga memiliki masyarakat yang ramah dan hangat.

Herli Satrio


Perjalan jauh untuk mencapai puncak tempatnya rumah adat serta jalur tanjakan yg lumayan memakan berjam jam dan menanjak sangat sebanding jika kita sudah mencapai puncak yaitu desa wae rebo yang dihuni oleh 7 Rumah adat atau yang disebut Mbaru Niang. Wae rebo Terletak diatas ketinggian 1..200 dari permukaan laut Mbaru Niang yg berbentuk unik yaitu kerucut sangat kental akan nilai artistik. Keramahan penduduk yang sangat hangat ketika menyapa para turis lokal maupun mancanegara merupakan suatu hal yg membuat ka

Herli Satrio


Desa Wae Rebo memiliki kelebihan dibandingkan dengan destinasi wisata lainnya, yaitu mempertahankan kearifan lokal dan kental akan adat serta istiadat.

Selviana Br sitepu


Sawah jaring laba laba nya yang delalu bikin kangen, gak ada di tempat lain

Retno Putri Widyastri


NTT merupakan destinasi yang memiliki wisata yang bagus untuk di kunjungi selain warga nya yang ramah terhadap pendatang masyarakat disini juga menjaga keindahan daerah wisata.

Mukti Dinata