Maumere, Punya 19 Pulau yang Bisa Kita Jelajahi

Maumare merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Daerah yang masih jarang dijelajahi ini ternyata menyimpan tempat wisata yang asyik dan menyenangkan untuk kita kunjungi.

Tidak dipungkiri keindahan alam wilayah Indonesia Timur tak diragukan lagi. Bukan sekedar keindahan alamnya saja, tapi juga sejarah dan budaya yang dimiliki kota ini akan membuat Sobat Pesona ingin mendatanginya dan melihat sendiri eksotisme Maumere.

Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang bisa kita kunjungi ketika berada di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Mulai dari pesona bawah lautnya, hingga keseruan berbelanja di pasar tradisional di Maumere.

Teluk Maumere

Semua pasti setuju jika pesona bawah laut di Indonesia Timur memang juara di Indonesia, salah satunya Teluk Maumere. Di teluk ini terdapat 19 pulau yang bisa kita jelajahi untuk melihat terumbu karang dan kehidupan biota lautnya. Teluk Maumere memang masih jarang dijelajahi, sehingga membuat terumbu karang dan biota laut di sini masih sangat terjaga.

Di sini kita akan menemukan terumbu karang berwarna-warni dan ikan hias yang siap menyambut kita saat menyelam di Teluk Maumere. Pastikan bawa kamera juga, ya, untuk mengabadikan momen indah bawah laut yang akan membuat Sobat Pesona takjub.

Gereka Tua Sikka

Gereja yang dibangun pada tahun 1983 ini dirancang oleh arsitek yang merancang Katedral Jakarta. Meskipun sudah berusia tua, gereja ini masih berdiri kokoh dengan kubah setinggi 10 meter, yang ditopang oleh kuda-kuda atap berbahan kayu jati.

Uniknya, arsitektur bangunan ini gabungan dari gaya Eropa dan Sikka. Unsur Sikka terlihat jelas saat kita memasuki ruangan gereja. Seluruh dindingnya dihiasi lukisan tenun ikat khas Sikka bermotif Gabar, yaitu motif khusus pakaian Raja, serta motif pakaian yang dipakai masyarakat, yaitu motif Wenda.

Bukit Nilo

Destinasi wisata ini terkenal dengan Patung Bunda Maria Segala Bangsa, sekaligus menjadi landmark kota Maumere. Destinasi ini wajib ada dalam daftar liburan Sobat Pesona ketika berkunjung ke Maumere. Belum ke Maumere namanya kalau belum foto di tempat ini.

Patung di Bukit Nilo dibangun sejak tahun 2004, patung ini berada di ketinggian 1.600 mdpl. Patung setinggi 28 meter ini  menjadi tempat ziarah sekaligus rekreasi para pelancong. Selain dikelilingi oleh pepohonan dan taman bunga yang indah, dari Bukti Nilo kita juga akan melihat pemandangan kota Maumere.

Pasar Geliting

Puas jalan-jalan menjelajahi kota Maumere, sempatkan untuk membeli oleh-oleh di Pasar Geliting. Pasar tertua di Kabupaten Sikka ini merupakan tempat para penjual berkumpul menjajakan beragam produk lokal, seperti kain tenun ikat hingga moke, minuman tradisional NTT yang dikemas dalam botol-botol plastik. Di Pasar Geliting juga dijula ikan-ikan segar tangkapan nelayan setempat.


Review 4


Pulau yg sangat indah nan eksotis

Lingling irawati


Jika ke Maumere jangan lupa kunjungi Pantai Koka, sebuah pantai indah yang berada diantara perbatasan Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.

Muhammad Catur Nugraha


Maumere berasal dua kata dari bahasa Ende yaitu Ma’u yang berarti pelabuhan dan Mere yang berarti besar. Pemberian nama tersebut sangat erat kaitannya dengan sejarah kerajaan Sikka. Raja Sikka pada waktu itu, Don Cosmo Semao Da Silva mengutus orang kepercayaannya yang bernama Moang Juang Korung Da Cunha untuk menjaga dan mengatur sebuah pelabuhan yang sarat pedagang bernama Alok Wolokoli.

Febriwan Harefa


Maumere sangat terkenal bekat lagu yang berjudul sama "Ge Mu Fa Mire" karya ciptaan Nyong Franco. DI lagu ini ada juga yang menyebutnya "Maumere", memiliki syair serta irama musik yang riang. Para pendengar seakan diajak untuk bergoyang. Berkat musik yang enak didengar, lagu ini sering didendangkan di berbagai tempat. Mulai dari pelosok desa, pusat kota di Indonesia, hingga ke mancanegara. Banyak pula yang menyanyikan ulang ke berbagai versi seperti dijumpai berbagai akun media sosial.

Rachmatulla