7 Jurus Jitu Memotret Underwater Buat Pemula

Pengin punya foto-foto liburan ke pantai dan pulau yang seru dan keren? Yuk, pelajari 7 point penting ini sebelum mulai nyebur dan bikin foto underwater.

Underwater Fotografi sudah menjadi sebuah aliran baru dalam dunia fotografi. Secara umum, Fotografi Underwater ini bisa diartikan proses pengambilan foto yang dilakukan di dalam air, bisa di laut, kolam renang atau di sungai. Bisa menyelam, snorkeling atau berenang seru-seruan aja. 

Kemampuan mengambil gambar-gambar di bawah air memerlukan alat dan teknik khusus yang mesti dikuasai. Nah, supaya bisa mengabadikan kekayaan bawah laut atau selfie di dalam air, mesti menguasai beberapa teknik dan persiapan khusus, diantaranya


Belajar Teknik Diving
Memotret di bawah laut tidak hanya sekadar menceburkan diri dengan modal kamera ke laut, tetapi harus belajar diving dulu. Teknik menyelam ini sangat penting agar bisa menguasai diri dan mampu mempertahankan keseimbangan saat diving. Saat mengambil objek foto bergerak di dalam laut, bisa lebih stabil dan menghasilkan gambar yang kualitasnya maksimal. Untuk itu dibutuhkan latihan untuk menumbuhkan kebiasaan menyelam dengan membawa beberapa peralatan selam dan kamera.


Action Cam Paling Gampang
Kamera yang digunakan sangat menunjang hasil gambar underwater. Apakah action cam, pocket, DSLR, atau jenis kamera lainnya. Setiap kamera mempunyai ketahanan yang berbeda-beda. Untuk itu, perlu pengetahuan mengenai ketahanan kamera saat dibawa  mengambil objek underwater.

Paling mudah adalah action cam, bentuknya yang mini akan memudahkan pergerakan ketika menyelam. Jika menggunakan kamera DSLR, wajib menggunakan housing atau case waterproof untuk melindungi kamera dari air.


Makro atau Wide
Setelah kamera siap, jangan lupa siapkan lensa yang sesuai dengan kebutuhan. Ada dua aliran fotografi underwater, yakni makro dan wide angle. Makro hanya fokus untuk mengambil objek yang kecil, sedangkan wide angle hanya fokus pada pengambilan gambar dengan sudut yang lebih lebar (misalnya: pemandangan bawah laut).

Harus memutuskan akan menggunakan aliran yang mana, karena baik makro ataupun wide angle, membutuhkan jenis lensa yang berbeda. Jika belum memiliki kedua lensa tersebut (lensa makro dan wide angle), maka harus memilih lensa dengan kualitas optik terbaikyang akan menentukan hasil jepretan foto underwater.


Housing atau Case Waterproof?
Jika kamera yang digunakan belum mendukung fungsi underwater, maka dibutuhkan housing atau case waterproof. Kedua aksesoris kamera ini berfungsi untuk melindungi kamera dari air laut.

Agar lebih aman, rekomendasi terbaiknya adalah housing. Karena, housing dibuat berdasar struktur anatomi masing-masing jenis kamera. Penggunaan lensa yang berbeda-beda juga dapat disesuaikan dengan pemilihan housing yang tepat. Kedua alasan inilah yang membuat risiko kebocoran air pada housing sangat rendah. Ini pula lah yang membuat housing mempunyai harga yang cukup mahal, karena lebih mampu bertahan di kedalaman 100 meter lebih, tergantung mereknya.

Sedangkan case waterproof lebih bersifat universal. Dapat dipakai untuk semua jenis kamera dan mempunyai harga lebih terjangkau. Namun, case ini hanya mampu bertahan di kedalaman beberapa meter saja. Recommended jika digunakan untuk snorkeling atau berenang seru-seruan di laut atau kolam renang.


Pahami Teknik Strobe/ Flash
Semakin dalam menyelam, tentu cahayanya juga semakin minim. Untuk itu, perlu menambahkan strobe eksternal/ flash. Selain membantu pencahayaan underwater, strobe juga berfungsi membuat hasil foto yang diambil menjadi lebih detail dan berwarna. Tanpa teknik penggunaan strobe yang baik, foto bawah air hanya berwarna kebiruan.


Perhatikan Komposisi
Meskipun memotret di dalam air, tetap tak mengabaikan komposisi yang justru membantu memperindah hasil foto nantinya. Untuk itu, harus pintar-pintar memanfaatkan lingkungan di sekitar guna menciptakan sebuah foto terbaik. Target foto adalah alam bebas, sehingga tak bisa dimanipulasi sembarangan.

Selain itu, perlu kreativitas lebih untuk mengeksplor gambar agar lebih menarik. Sebaiknya ambil posisi di bawah objek yang akan difoto. Selanjutnya, potret bagian bawah atau atas objek. Pilih angle yang mampu menonjolkan keindahan si objek foto. Sebaliknya, jangan hanya terpaku pada pusat objek saja. Perlihatkan frame secara luas dengan seluruh kenampakan objek.


Kedalaman Diving
Meskipun keindahan alam bawah laut membuat seseorang terhipnotis, tapi hal utama yang harus dipikirkan adalah keselamatan diri. Untuk itu, perhatikan kedalaman ketika menyelam dan seberapa lama pasokan udara yang dimiliki mampu bertahan. Hal lain yang tak boleh abai adalah kelestarian bawah laut. Jangan sekali-kali merusak ekosistem bawah laut. Cukup abadikan keindahannya melalui foto saja.