Tersesat di Hutan, Jangan Panik dan Ikuti 5 Tip Ini

Dalam situasi tersesat, Sobat Pesona tidak perlu cemas atau gelisah. Lakukan STOP, yang merupakan singkatan dari Stop (berhenti), Think (pikirkan), Observe (amati), Plan (rencanakan). Dengan memperhatikan sekitar, alam bisa menjadi penolong kita saat tersesat di hutan dan bertahan sambil menunggu pertolongan.

Bagi penggemar petualangan, mendaki gunung menjadi hal yang paling ditunggu. Apalagi kalau dilakukan bersama rombongan yang sama-sama satu hobi sambil menjelajah daerah baru. Namun, saat melakukan perjalanan, kita harus siap menhjadapi kemungkinan terburu, misalnya terpisah dari rombongan atau salah mengambil jalur yang berakibat tersesat di hutan gunung. 

Dalam situasi ini, Sobat Pesona tidak perlu cemas atau gelisah. Lakukan STOP, yang merupakan singkatan dari Stop (berhenti), Think (pikirkan), Observe (amati), Plan (rencanakan).  Dengan memperhatikan sekitar, alam bisa menjadi penolong kita saat tersesat di hutan dan bertahan sambil menunggu pertolongan. Apa saja, ya:


1. Cari aliran mata air atau sungai
Selain menyiapkan sumber air untuk diri sendiri, posisi di aliran sungai akan lebih mudah dicari. Biasanya aliran sungai menjadi lokasi berkumpul utama saat tersesat. Di sepanjang aliran, Sobat Pesona juga lebih mudah mencari sumber makanan untuk bertahan hidup.

Aliran mata air juga menjadi petunjuk turun gunung. Jika kesulitan menentukan arah mata angin, solusinya adalah dengan mengikuti arah aliran mata air yang memungkinkan membawa ke kaki gunung atau daratan yang lebih rendah.


2. Orientasi di hutan
Jika tidak memiliki petunjuk apapun, maka perlu memilih arah dan secara konsisten mengikuti arah tersebut. Jika memungkinkan, tinggalkan catatan berisi arah mana Sobat Pesona akan pergi atau bergerak dan pukul berapa berada di titik tersebut. Perjalanan di hutan memang sangat lamban, tapi dengan keberuntungan, tim penyelamat mungkin akan mengikuti catatan yang ditinggalkan dan menemukan dalam waktu yang tidak terlalu lama.


3. Buat penanda
Buatlah penanda SOS perlu dipahami sebelum melakukan perjalanan di hutan atau gunung. Dengan mengetahui cara penandaan SOS, seperti membuat asap, membuat potongan kayu, dahan, ranting, potongan kain, huruf SOS, dan jejak kaki yang tahan lama sesuai arah perjalanan.


4. Perhatikan cahaya matahari
Arah pergerakan matahari, dari timur ke barat, untuk memudahkan mengetahui arah bergerak ke arah utara atau selatan, sehingga dapat menjadi acuan untuk memahami track yang dilalui. Atau, Sobat Pesona bisa juga melihat pertumbuhan lumut di batang batang pohon. Lumut akan tumbuh paling subur ke arah matahari terbit. Semua pucuk tumbuhan juga akan mengarah ke matahari terbit untuk tumbuh.


5. Cari tempat terbuka dan cari bekal makanan
Jika malam sudah tiba tetapi masih belum menemukan rombongan, carilah ruang terbuka untuk beristirahat. Tempat terbuka dan datar lebih aman untuk tempat menginap. Kalau bisa beri tanda berupa susunan batu atau kayu berbentuk nama, agar bisa ditemukan dari udara.

Sebelum memasuki hutan, lakukan riset kecil mengenai jenis hutan dan aneka vegetasinya. Jenis daun mana yang bisa dimakan. Cari daun yang muda, agar lebih mudah dicerna. Jangan sembarangan makan buah, karena tidak semua buah-buahan aman.