Kiat Sukses dan Menyenangkan Sebelum Menyambangi Gunung Bromo

Bertandang ke Gunung Bromo untuk mengisi waktu libur merupakan hal mengasyikkan. Tapi, apa saja yang harus Sobat Pesona persiapkan sebelum menikmati pemandangan alam di sini?

Berada di empat kabupaten sekaligus; Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang, Gunung Bromo sejatinya akan memberikan Sobat Pesona pengalaman spektakuler yang tak terlupakan. Tapi, untuk bisa menikmati hamparan kaldera dan mengagumi keindahan kawah aktifnya, ada beberapa poin yang harus kita perhatikan.


Perhatikan akses masuk
Sebenarnya, ada empat akses masuk yang bisa Sobat Pesona pilih untuk menyambangi komplek Gunung Bromo. Namun, hanya tiga di antaranya yang kerap dilalui oleh para pengunjung.

Pertama adalah jalur Surabaya – Tongas Probolinggo – Sukapura – Cemoro Lawang – Bromo. Kedua adalah jalur Surabaya – Pasuruan – Tosari – Wonokitri – Bromo.

Terakhir, jalur yang agak memutar ke Malang adalah jalur Malang – Tumpang – Gubugklakah – Ngadas – Jemplang – Bromo. Walau agak memutar namun akses ini menjadi favorit para pengunjung. Kendati medannya cukup terjal, namun pemandangan alam yang tersaji dijamin ciamik!

Bagi Sobat Pesona yang hendak mengunjungi Bromo dengan menggunakan kendaraan umum, amat tidak disarankan untuk berangkat di sore atau malam hari. Karena dikhawatirkan tidak ada kendaraan umum yang melintas.


Datanglah setelah musim penghujan
Bromo selalu memiliki pesonanya  sendiri, tanpa peduli musim. Namun agar perjalanan Sobat Pesona ke Bromo menjadi semakin berkesan, ada baiknya datanglah pasca musim penghujan. Sebab, suasana Bromo akan kembali menjadi hijau.

Pemandangan yang menghijau itu tidak akan kita temukan ketika musim kemarau dimana warna cokelat dari hamparan padang pasir akan mendominasi pemandangan kita.


Hindari akhir pekan
Tidak hanya pengunjung dari luar kota saja yang berburu keindahan Gunung Bromo, melainkan warga di sekitaran Jawa Timur juga banyak yang menghabiskan akhir pekan di kawasan ini. Maka itu, disarankan untuk mengunjungi Gunung Bromo di hari kerja (weekdays) agar tidak terlalu dipadati oleh pengunjung.


Akses masuk lanjutan
Sesuai dengan ketetapan pihak pengelola, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), para pengunjung yang hendak memasuki kawasan lautan pasir tidak lagi diperbolehkan membawa kendaraan pribadi. Sobat Pesona bisa memarkirkan kendaraan di lahan parkir yang sudah disediakan oleh pihak pengelola.

Lalu untuk turun ke lautan pasir, kita bisa mengakses tiga cara, yaitu dengan menyewa mobil jip, naik kuda, atau berjalan. Jika tidak ingin capek, Sobat Pesona bisa menyewa mobil jip atau naik kuda. Namun jika Sobat Pesona ingin cara yang lebih sehat, ya berjalan kaki.


Siapkan jaket dan barang penting lainnya
Sudah sewajarnya jika Sobat Pesona membawa jaket, kupluk, hingga syal jika hendak mengunjungi Gunung Bromo, mengingat gunung ini berdiri kokoh di ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut.  Sedia payung sebelum hujan, sedia baju hangat sebelum ke Bromo!

Selain itu, Sobat Pesona juga disarankan untuk membawa kacamata, krim tabir surya, dan inhaler agar hidung tidak mampet. Pun halnya dengan logistik, bawalah makanan dan air secukupnya agar lebih hemat. Tapi jangan lupa, sampahnya jangan dibuang sembarangan.


Jangan pakai sandal
Dianjurkan agar Sobat Pesona menggunakan sepatu ketika hendak main ke Bromo, mengingat medannya yang didominasi oleh pasir.Daripada cidera atau sandal yang digunakan putus, lebih baik menggunakan sepatu yang sudah pasti lebih aman. Selain itu, menggunakan sepatu juga bisa membuat kaki kita menjadi lebih hangat.