Waktu Terbaik Mengunjungi Kawah Ijen, Sekarang!

Untuk bisa menyaksikan keindahan api biru atau blue fire, kita harus punya strategi, nih! Sebab, tak setiap hari blue fire bisa memancarkan cahaya apiknya. Tips pertama, perhatikan pilihan waktu dan musim.

Apabila sedang liburan ke Banyuwangi, tak afdol rasanya apabila tak mengunjungi wisata yang terkenal dengan keindahan blue fire-nya, Kawah Ijen. Kawah yang terletak di Gunung Ijen di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso ini memang terkenal dengan keindahan panoramanya, terutama fenomena langka blue fire atau api biru yang hanya ada di Indonesia dan Islandia.

Untuk bisa menyaksikan keindahan api biru atau blue fire, kita harus punya strategi, nih! Sebab, tak setiap hari blue fire bisa memancarkan cahaya apiknya.


Kemarau, Waktu Terbaik
Waktu terbaik untuk mengunjungi Kawah Ijen adalah saat musim kemarau, yakni pada bulan Mei hingga September. Saat musim kemarau kabut Kawah Ijen cenderung tipis dan cocok untuk melihat fenomena blue fire. Mendaki Kawah Ijen saat musim hujan sangat tidak disarankan, karena jalur pendakian akan lebih berbahaya karena licin dan membuat proses pendakian makin sulit.


Jangan Kesiangan
Selain itu, kita juga harus memperhatikan waktu pendakian. Hampir semua wisatawan memilih melakukan pendakian pada pagi hari, sekitar pukul 05.00-06.00. Mendaki pada siang hari bisa membuat pernapasan jadi terganggu karena kencangnya angin yang berhembus membawa gas belerang.

Namun, tak sedikit juga yang melakukan pendakian pada pukul 22.00, lo! Rata-rata wisatawan yang melakukan pendakian pada malam hari bertujuan untuk melihat keindahan blue fire pada pukul 02.00 dan melihat keindahan sunrise dari Kawah Ijen.


Fisik Prima
Sebelum melakukan pendakian, kita pun harus menyiapkan kondisi fisik dengan baik. Sebab, jalur pendakian menuju Kawah Ijen cukup terjal dengan kontur yang tidak rata, penuh dengan kerikil dan pasir. Dibutuhkan waktu sekitar tiga jam  hingga mencapai pos akhir Paltuding. Selain itu, kita pun harus mempersiapkan air mineral yang cukup.


Penginapan Strategis
Untuk kita yang ingin menikmati dinginnya udara di kawasan Gunung Ijen, terdapat penginapan di pos akhir Paltuding dengan harga sekitar Rp 100 ribu per malamnya. Kita juga bisa menjajal penginapan ekstrem di sekitar Perkebunan Belawan, Kawah Ijen denga harga  Rp 135 ribu per malam.

Oh iya, jangan lupa juga untuk sekadar mengobrol sambil minum kopi bersama penambang batu belerang. Kita bisa mendapatkan beragam informasi seputar Kawah Ijen dan beberapa turis yang datang untuk melihat blue fire.

Nah, tertarik untuk berkunjung dan bermalam di Kawah Ijen?


Foto : Nunus Rachmantyo