Tips Mendaki Gunung saat Musim Hujan

Kira-kira apa saja sih yang harus dipersiapkan pendaki bila melakukan pendakian di musim hujan. Berikut ini adalah tips mendaki gunung saat musim hujan.

Melakukan pendakian gunung saat musim hujan penuh resiko. Mulai dari ancaman hipotermia, sambaran petir, hingga ancaman longsor bisa saja menghampiri para pendaki. Meski begitu, tetap saja banyak pendaki yang melakukan pendakian di tengah musim hujan karena merasa yakin bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut.

Kira-kira apa saja sih yang harus dipersiapkan pendaki bila melakukan pendakian di musim hujan. Berikut ini adalah tips mendaki gunung saat musim hujan.


Pastikan tubuh fit dan membawa obat-obat
Tubuh fit sebenarnya merupakan syarat mendaki gunung dalam kondisi apapun, baik itu musim panas maupun hujan. Namun untuk musim hujan, perlu penekanan karena air hujan bisa membuat pendaki yang tubuhnya kurang fit, mengalami demam.

Bila sudah demikian, tentu pendakian yang diharapkan jadi ajang untuk menikmati panorama alam maupun bergembira bersama teman-teman, malah menjadi suram. Hal ini diperparah, bila pendaki tidak mebawa bekal obat-obatan. Kondisi tubuh bisa semakin drop bila tak segera diobati.


Bawa jas hujan
Sudah barang tentu jas hujan adalah logistik yang wajib dibawa saat melakukan pendakian di musim hujan. Ini akan membantu pendaki dari basah kuyup, bila tiba-tiba hujan turun. Kondisi basah kuyup dalam perjalanan di gunung tentu sangat bahaya karena dapat memicu terjadinya hipotermia.


Sepatu yang kedap air dan anti-slip
Menggunakan sepatu basah dalam perjalanan tentu tidak nyaman. Apalagi, perjalanannya yang dilalui adalah area pegunungan yang cuacanya dingin. Jadi, mendaki gunung saat musim hujan sebaikanya menggunakan sepatu yang kedap air dan anti-slip. Sehingga saat hujan turun, kaki pendaki tetap nyaman dan tidak khawatir terpeleset.


Cari gunung yang jalurnya tidak ekstrem
Saat musim penghujan, jalur pendakian biasanya licin. Tentu, kondisi tersebut dapat membahayakan pendaki. Karena bisa saja pendaki terpeleset atau pun jatuh. Nah, saat melakukan pendakian di musim hujan, pilihlah gunung yang tracknya tidak ekstrim. Hal ini untuk meminimalisir kecelakaan di perjalanan.


Berdoa dan jangan ragu berbalik arah
Mulailah setiap kegiatan dengan doa, termasuk saat mendaki gunung. Sebagai masyarakat beragama, kita meyakini bahwa segala sesuatu terjadi karena Tuhan, sehingga kita meminta kepada-Nya keselamatan hingga kembali ke rumah. Di samping itu, bila kondisi cuaca maupun track tidak memungkinkan untuk dilalui, sebaiknya berbalik arah turun. Jangan mengikuti ego yang justru dapat mengancam keselamatan.