Sign In or Sign Up

  • Romantisme Kering Desa Sasak

    slidebg1

Romantisme Kering Desa Sasak

21 October 2017

(Oleh MANGGALANI R UKIRSARI)

 

Romantisme daerah kering pedesaan Lombok, dirasakan saat kami tiba di desa Segenter.

 

Tujuan wisata desa Sasak yang bisa ditempuh dengan melewati Senggigi menuju Bangsal - Tanjung - Kayangan - Sukadana. Akses dari jalan raya utama ke desa agak sulit. Minus aspal, dikelilingi oleh ladang dan buluh yang lebat. Mobil tidak bisa sampai ke desa kecil, untuk perjalanan harus berjalan kaki. Air bersih adalah hal yang langka, pada musim kemarau, desa tersebut dipasok air bersih oleh pemerintah dengan menggunakan kapal tanker.

 

Tapi perjalanan yang keras dan melelahkan semuanya dibayar saat kami disambut oleh anak-anak kecil dengan mata berkilau, juga oleh tata letak desa yang terorganisir.

 

Dari bagian utara sampai ke bagian selatan Lombok, desa Sasak lainnya terletak di Sengkol. Rumah-rumah di desa yang kubah itu dihias, dengan atap jerami, menandai pintu masuk ke desa. Penduduk setempat tidak perlu khawatir persediaan gandum dan jagung mereka untuk dimakan tikus, karena ada lempeng logam datar bundar di ujung kolom utama. Jika tikus atau tikus mencoba naik ke kolom utama, mereka akan tergelincir dan jatuh.

 

Rumah dengan atap jerami dan dinding bambu. Pondasi bisa dibuat dari tanah, polar atau semen dan dipoles dengan kotoran sapi. "Ini untuk membuat ruangan menjadi hangat di malam hari," kata Rachmad, pemandu setempat.

 

Wikimedia

 

Di beberapa bagian rumah penduduk setempat, ada tangga yang diletakkan di depan pintu depan, namun dengan posisi miring, bukan dari depan. "Ini adalah sesuatu yang diajarkan sejak lama, ketika kepala rumah tangga memiliki lebih dari satu istri. Agar adil, saat acara ayah akan duduk di puncak tangga, maka istri dan istri pertama setelah itu akan mengelilinginya dari sisi kiri dan sisi kanan tangga, "jelas Rachmadi, pemandu setempat.

 

Dari semua desa Sasak, nama Rembitan-Sade adalah yang paling terkenal. Itu karena, lokasinya sangat strategis, di pinggir jalan utama. Ini juga jalan utama yang menuju ke Pantai Kuta, Mawun ke Selong Belanak di bagian selatan pulau ini. Di bagian belakang desa, ada sebuah masjid tua dengan atap yang terbuat dari tiga lapis jerami dan kayu. Di sini penduduk desa melakukan aktivitasnya, seperti Wektu Telu Islam.

Tags : lombok ,desa ,sasak ,Budaya

Posting Terkait

Aktivitas

0 0

Yogyakarta Jadi Tempat Singgah Pertama Api Obor Asean Games 2018

18 July 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Meriahnya Perayaan Waisak di Jambi

17 Mei 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Nonton Bareng Fenomena Trilogi Lunar di ‘Bluemoon Festival’ FEST In Fest 2018

31 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FESTInFest 2018 Himpun Potensi, Pengalaman, serta Kerja Sama Penyelenggara Festival dan Industri

30 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FEST In Fest 2018 Persembahkan Bluemoon Festival sebagai Acara Puncak

25 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Kementerian Pariwisata Dongkrak Jumlah Wisman lewat Event Sensation 2018

24 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Asimilasi Budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa Berbaur dalam Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Dapatkan Pengalaman Spektakuler di Festival Komodo 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Pastikan Anda Datang ke Aceh pada Mei dan Juli

13 January 2018

Loading...