Sign In or Sign Up

  • Pulau Penyengat, Rumah Sajak-Sajak Melayu

    slidebg1

Pulau Penyengat, Rumah Sajak-Sajak Melayu

17 October 2017

National Geographic Indonesia (Christantiowati) 

Tanjungpinang, di Pulau Bintan yang serba cepat, adalah kerajaan Malaysia di abad ke-16, dan telah menjadi ibu kota Kepri sejak tanggal 1 Juli 2004. Setiap orang yang sampai di sini merasa disambut. Jaraknya tiga belas kilometer ke pusat Tanjungpinang, 30 menit dengan mobil di jalan aspal yang mulus di atas bukit yang berkelok-kelok dan dengan pemandangan pantai yang jauh.

Melia Hotel, tempat kami menginap, terletak di salah satu gang dekat market place tradisional. Ketika kami meninggalkan hotel, seorang pria dari biro perjalanan di seberang jalan menunjukkan tangannya, menawari kami perjalanan ke Pulau Penyengat. Ya, itu yang pertama dalam agenda kita, tapi pada kita sendiri.

 

Kami berjalan sekitar 200 meter ke Pelabuhan Sri Bintan Pura. Saat kami menuju Pusat Informasi Turis, dua jalan dari Pelabuhan, yang bersih, yang sedang menyapu di halaman depan, mengatakan "Ini adalah kantor turis." Kami diberi brosur, peta dan buku panduan. Untuk tempat wisata di Kepulauan Riau, semuanya gratis.

 

Pulau Penyengat terlihat jelas dari dermaga Bintan, dan dapat dicapai dengan naik 15 menit dengan menggunakan kapal kecil, dan tersedia setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Pulau kecil ini, hanya 3,5 kilometer persegi, merupakan tempat wisata sastra dan sejarah. Di dermaga Penyengat, sebuah kendaraan roda tiga bermotor sedang menunggu untuk membawa kami berkeliling pulau. Pulau ini merupakan kado pernikahan bagi Engku Putri binti Raja Haji Fisabilillah saat dia dibawa ke Sultan Mahmud Syah pada tahun 1801.

 

Kami dibawa ke makam Raja Ali Haji. Pahlawan sastra nasional ini, penyewa penghargaan Adikarya untuk Gurindam (puisi Melayu), mendirikan Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam dan Melayu sebagai lingua franca di Indonesia.

 

Karena Tanjungpinang dikenal sebagai kota dengan 1000 warung kopi, beberapa buka mulai fajar, Penyengat juga menawarkan warung yang menjual sup, teh dan kopi sampai jam 10 malam. Namun, kami memilih untuk kembali ke Tanjungpinang dan makan malam di Melayu Square, salah satu dari akau (pusat jajanan terbuka) yang pada akhir pekan penuh dengan turis dari Singapura dan Malaysia.

 

Ada siput (Strombus turturella) jarang ditemui di kota lain, teh tarik, kopi, roti kirai/canai dan nasi lemak. Meski kebanyakan menawarkan makanan laut, Tanjungpinang memiliki lebih dari 40 jenis makanan, dari vegetarian hingga Kentucky Fried Chicken.

 

Wikimedia

Posting Terkait

Aktivitas

0 0

Yogyakarta Jadi Tempat Singgah Pertama Api Obor Asean Games 2018

18 July 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Meriahnya Perayaan Waisak di Jambi

17 Mei 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Nonton Bareng Fenomena Trilogi Lunar di ‘Bluemoon Festival’ FEST In Fest 2018

31 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FESTInFest 2018 Himpun Potensi, Pengalaman, serta Kerja Sama Penyelenggara Festival dan Industri

30 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FEST In Fest 2018 Persembahkan Bluemoon Festival sebagai Acara Puncak

25 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Kementerian Pariwisata Dongkrak Jumlah Wisman lewat Event Sensation 2018

24 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Asimilasi Budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa Berbaur dalam Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Dapatkan Pengalaman Spektakuler di Festival Komodo 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Pastikan Anda Datang ke Aceh pada Mei dan Juli

13 January 2018

Loading...