Sign In or Sign Up

  • Melepas Penyu Di Durai

    slidebg1

Melepas Penyu Di Durai

17 October 2017

Oleh: National Geographic Indonesia (R Ukirsari Manggalani) 

Setelah menghabiskan malam di pantai di Pulau Durai, dengan pasir putihnya yang empuk, para undangan IIMF (Indonesian International Maritime Festival) melakukan pembebasan hatching, tidak jauh dari lokasi tenda pantai kami.

 

Malam sebelum pelepasan, dua ekor penyu betina mendarat di pantai di Pulau Durai untuk bertelur. Arif Soeharto, seorang undangan IIMF dan perwakilan perusahaan Bio Farma (Bandung), dapat memanfaatkan acara ini, yang berlangsung sekitar pukul sembilan malam menjelang bulan purnama.

"Penyu betina memiliki diameter antara delapan puluh sampai seratus sentimeter, dan bisa bertelur sampai 180 butir," kata Arif. Impresif juga, katanya, karena pada saat melepaskan telurnya, kedua penyu betina tersebut terlihat melepaskan air mata dari mata mereka.

Kisah serupa terkait dengan Bupati Pulau Anambas, Drs. T. Mukhtaruddin, yang berada di Tarempa. Ia juga sempat melihat penyu betina yang tampak menangis saat melepaskan telurnya di Durai. "Setiap malam, tidak kurang dari 60 sarang dibuat oleh penyu" jelas Mukhtaruddin. "Tapi sekarang ada lebih sedikit, karena makhluk ini sensitif. Jika mereka mendengar suara keras mereka tidak akan mendekati lokasi".

Melepaskan tukik tersebut dilakukan oleh semua peserta dari IIMF di pagi hari setelah sarapan pagi, sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Anda memilih pantai yang landai yang bebas dari batu atau karang, sehingga tukik akan mudah menuju ke laut.

Penjaga pemyu Pulau Durai merawat telur penyu, yang dikumpulkan dan dipindahkan ke tempat yang aman dari predator. Bangkai yang kita nyalakan berasal dari penyu yang sebelumnya menetas. Sarang penetasan penyu harus merupakan daerah pasir yang cukup luas yang diamankan dengan pagar kawat, dengan gubuk penjaga yang terletak di lokasi pantai yang dekat dengan laut.

Sebuah pulau tak berpenghuni ditujukan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi. Para penjaga secara rutin mengumpulkan telur dari lubang yang digali oleh penyu betina dan membawanya ke daerah penetasan. Kondisi pantai juga dipantau untuk memastikan agar penyu mau datang dan bertelur. Mari kita berharap agar konservasi penyu di Pulau Durai akan terus berlanjut ke masa depan.

Tags : Alam ,bintan

Posting Terkait

Aktivitas

0 0

Asimilasi Budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa Berbaur dalam Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Dapatkan Pengalaman Spektakuler di Festival Komodo 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Pastikan Anda Datang ke Aceh pada Mei dan Juli

13 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Ini Dia Deretan Event di Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi

13 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Tiga Event Menarik 2018 di Riau yang Tak Boleh Dilewatkan

12 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

4 Acara di Jogja yang Dijamin Seru Tahun Ini

12 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Meramal Nasib Lewat Ciam Si di Lasem

12 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Pastikan Anda Hadir ke Dua Event Bangka Belitung Ini

11 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Tiga Acara Khas Daerah Sumatera Utara yang Harus Anda Kunjungi di 2018

10 January 2018

Loading...