Sign In or Sign Up

  • Dapatkan Pengalaman Spektakuler di Festival Komodo 2018

    slidebg1

Dapatkan Pengalaman Spektakuler di Festival Komodo 2018

18 January 2018

Taman Nasional Komodo yang berlokasi di Labuan Bajo tercatat sebagai destinasi wisata unggulan, bahkan di tingkat dunia. Labuan Bajo beberapa waktu lalu menyabet juara runner up  snorkeling site terbaik dunia setelah Raja Ampat.

Posisi ini membawa Labuan Bajo berada satu tingkat di atas Kepulauan Galapagos, Amerika Serikat, sehingga tentunya membuat wisatawan, baik asing maupun domestik, berbondong-bondong mengunjungi Labuan Bajo.

Jika Anda berencana berlibur ke Taman Nasional Komodo, ada baiknya jika Anda mengagendakannya pada awal Maret 2018. Siapkan perlengkapan menyelam, snorkel dan kamera Anda, dan pastikan untuk membawa kartu memori berkapasitas besar, serta bersiaplah untuk melibatkan diri Anda dalam pengalaman spektakuler yaitu ‘Festival Komodo 2018’, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 5-10 Maret 2018, berpusat di Labuan Bajo, di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Festival Komodo 2018 ini akan disorot dengan acara seru yang mencakup Parade Komodo, Lomba Fotografi, Voli Pantai, Lomba Perahu Dayung, Pertunjukan Kecantikan Komodo, Lokakarya, Pameran Kerajinan Tangan, Pertunjukan Seni dan Musik, dan banyak lagi.

Acara ini akan menjadi kesempatan sempurna bagi Anda untuk menjelajahi keindahan memikat Labuan Bajo dan pulau-pulau di Taman Nasional Komodo. Pantai berpasir putih yang asli, bahkan pantai pink, bisa Anda jumpai di sini. Kehidupan bawah laut yang luar biasa, pemandangan yang mengesankan, dan tentu saja budaya yang unik dari masyarakat setempat sendiri.

Selain menikmati pemandangan alam yang memikat, Anda juga bisa berwisata budaya di Labuan Bajo. Selama Festival Komodo 2018 berlangsung, setiap orang diajak mengunjungi desa adat Papagarang yang memiliki banyak keunikan tersendiri. Di desa yang terletak di tengah antara Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca ini Anda akan menjumpai sekumpulan pulau berpasir unik yang disebut pulau Sembilan karena hampir seluruh pulau membentuk angka sembilan. Di tengah pulau, Anda bisa menemukan Ubur-ubur yang terperangkap di laguna.

Di sekitar Labuan bajo juga terdapat  desa nelayan tradisional suku Bajo dan Sape. Mereka memiliki tradisi pelayaran yang panjang di seluruh kepulauan Indonesia. Desa ini memiliki rumah panggung yang berbeda dan unik. Anda akan melihat orang-orang mengeringkan ikan dan cumi-cumi, sementara deretan perahu tradisional diparkir di sepanjang pantai. Di pesisir barat desa, Anda akan bertemu “putri duyung” – makhluk laut unik yang disebut dugong. Kawasan ini kaya akan rumput laut, sehingga dugong menemukan nutrisi yang kaya di daerah ini. Tentu saja desa ini menawarkan tontonan yang langka dan khas bagi pengunjung.

Aksesibilitas ke Komodo juga telah ditingkatkan dengan bandara yang lebih besar dan lebih up-to-date di kota Labuan Bajo serta pelabuhan yang lebih besar ke Taman Nasional. Pesawat jenis Boeing 737-800 sudah dapat mendarat di Bandara Komodo Labuan Bajo sementara pengembangan lebih lanjut di bidang infrastruktur dan fasilitas terus dilakukan.

Untuk memastikan perlindungan habitat biawak Komodo yang terancam punah, tetap saja dipastikan bahwa bandara ini masih berada jauh dari Pulau Komodo. Dibutuhkan sekitar tiga jam dengan kapal untuk mencapai Pulau Rinca dan Komodo dari Labuan Bajo.

Pada 2017 lalu, Festival Komodo digelar selama satu bulan penuh. Festival tersebut terbilang sukses karena popularitas Labuan Bajo semakin meningkat.

Festival Komodo 2017 terangkai dengan tiga kegiatan utama, yaitu: Festival Komodo, Carnaval Budaya, dan Petualangan Alam Komodo. Festival diawali dengan parade patung Komodo pada 4 Februari dengan titik start dari Lapangan Sepak Bola Kampung Ujung. Parade pukul 14.30 WITA. Rutenya melewati pertigaan BNI, Pertigaan jalan Patung Komodo (pasar baru), Langka Kabe, Sernaru, Lancang, Wae Bo, SDK Wae Medu, Pertigaan Polres Mabar, Patung Caci, Pasar Batu Cermin, dan finish di tempat Acara Festival Komodo Batu Cermin.

Terdapat pula pentas seni budaya yang menampilkan tarian tradisional, ada modifikasi dari semua kecamatan di Manggarai Barat, karnaval budaya, kegiatan penanaman pohon, dan lomba bola voli pantai, lomba foto, dan beberapa lomba lainnya. Ada juga workshop menghadirkan pembicara dari tokoh adat dan akademisi dari perguruan tinggi.

Festival ini juga menghadirkan pameran kerajinan daerah berupa hasil tenunan, anyaman, ukiran, dan lukisan. Pameran tersebut bertujuan selain mempromosikan hasil kerajinan daerah juga dijadikan ajang pertemuan antara penjual dan pembeli.

 

 

Posting Terkait

Aktivitas

0 0

Nonton Bareng Fenomena Trilogi Lunar di ‘Bluemoon Festival’ FEST In Fest 2018

31 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FESTInFest 2018 Himpun Potensi, Pengalaman, serta Kerja Sama Penyelenggara Festival dan Industri

30 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FEST In Fest 2018 Persembahkan Bluemoon Festival sebagai Acara Puncak

25 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Kementerian Pariwisata Dongkrak Jumlah Wisman lewat Event Sensation 2018

24 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Asimilasi Budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa Berbaur dalam Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Pastikan Anda Datang ke Aceh pada Mei dan Juli

13 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Ini Dia Deretan Event di Jawa Barat yang Wajib Dikunjungi

13 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Tiga Event Menarik 2018 di Riau yang Tak Boleh Dilewatkan

12 January 2018

Loading...