Sign In or Sign Up

  • 100 Wonderful Events: Tiga Event Menarik 2018 di Riau yang Tak Boleh Dilewatkan

    slidebg1

100 Wonderful Events: Tiga Event Menarik 2018 di Riau yang Tak Boleh Dilewatkan

12 January 2018

Provinsi Riau tidak hanya dianugerahi tambang minyak bumi raksasa dan surga perikanan, namun juga memiliki tempat wisata yang menarik untuk dijadikan destinasi liburan di akhir pekan dan libur nasional.

Objek wisata Riau mungkin memang jarang terekspos. Namun bukan berarti di Riau tidak memiliki obyek wisata. Riau adalah sebuah Provinsi yang terletak di tengah pulau Sumatera, dengan ibukota Pekanbaru. Penduduk yang mendiami provinsi ini kebanyakan Minang, Melayu, Banjar, Tionghoa dan beberapa etnis suku lainnya.

Tempat Wisata di Riau sangatlah beragam. Mulai dari wisata bahari, karena lokasi Provinsi Riau yang berada di Selat Malaka, dan juga wisata alamnya yang tidak kalah memukai jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Sumatera. Belum lagi dengan wisata sejarah dan juga wisata budaya yang juga cukup menarik untuk ditelisik. Provinsi yang memiliki sejarah panjang dan multi-etnis ini sudah bisa dipastikan memiliki banyak cagar budaya yang sangat menarik.

Jika Anda penasaran mengetahui seberapa menariknya provinsi ini, Anda bisa mengunjungi event Bakar Tongkang yang dihelat selama tiga hari yaitu pada 28-30 Juni 2018. Bakar Tongkang merupakan acara tahunan yang dilaksanakan di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir. Acara budaya ini dilakukan untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke tanah Bagansiapiapi pada 1820.

Bermula dari tuntutan kualitas hidup yang lebih baik lagi, sekelompok orang Tionghoa dari Provinsi Fujian, China merantau menyeberangi lautan dengan kapal kayu sederhana. Dalam kebimbangan kehilangan arah, mereka berdoa kepada dewa Kie Ong yang saat itu ada di kapal tersebut agar kiranya dapat diberikan penuntun arah menuju daratan.

Tak lama kemudian, pada keheningan malam, tiba-tiba mereka melihat adanya cahaya yang samar-samar. Dengan berpikiran di mana ada api di situlah ada daratan dan kehidupan, akhirnya mereka mengikuti arah cahaya tersebut dan tibalah mereka di daratan Selat Malaka. Saat itu, tongkang yang mereka naiki dibakar. Inilah yang menjadi cikal bakal ritual Bakar Tongkang.

Masyarakat China pun memercayai, apabila tongkang yang dibakar jatuh mengarah ke laut, maka peruntungan perekonomian bersumber dari laut. Sebaliknya, apabila jatuh mengarah ke darat, maka peruntungan perekonomian pada tahuh itu lebih banyak dari darat.

Acara budaya lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi. Pacu Jalur merupakan sebuah perlombaan mendayung di sungai dengan menggunakan sebuah perahu panjang yang terbuat dari kayu pohon. Panjang perahu ini bisa mencapai 25 hingga 40 meter dan lebar bagian tengah sekira 1,3 meter sampai dengan 1,5 meter. Dalam bahasa penduduk setempat, kata jalur berarti perahu.

Pacu Jalur diadakan sejak 108 tahun yang lalu, awalnya adalah untuk memperingati hari besar agama. Ketika penjajahan masuk ke Indonesia, Pacu Jalur dilakukan untuk memperingati ulang tahun Ratu Wihelmina. Sekarang, acara ini dihelat untuk memperingati hari kemerdekaan RI. Tahun ini, Festival Pacu Jalur diadakan pada 29 Agustus hingga 1 September 2018

Sementara bagi Anda yang menyukai olah raga berselancar, datanglah ke Sungai Kampar pada 12-15 November 2018. Sedikit terkesan ajaib bukan? Surfing yang umumnya dilakukan di laut, tapi di Riau, Anda bisa melakukannya di sungai. Di tempat ini, Anda bisa merasakan gelombang Bono yang terjadi karena fenomena alam.

Sungai Kampar yang terletak di desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Palawan, memang telah mendunia. Apabila pergi dari Kota Pekanbaru, dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam.

Gelombang Bono merupakan fenomena alam yang terjadi akibat bertemunya arus pasang air laut dari Selat Malaka dan laut China Selatan, bertemu dengan arus sungai kampar dari hulu menuju hilir. Kemudian ditambah dengan angin dan tebing di sisi kanan dan kirinya, muncullah ombak yang cukup tinggi.

Panjang Gelombang Bono dapat mencapai sejauh 40 km. Bono merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. Dulu, ombak ini sangat ditakuti karena dianggap sangat ganas. Peselancar menyebutnya The Seven Ghost karena gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh lapis berurutan. Rekor dunia bono berselancar terlama sejauh 17,2 km.

 

Posting Terkait

Aktivitas

0 0

Yogyakarta Jadi Tempat Singgah Pertama Api Obor Asean Games 2018

18 July 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Meriahnya Perayaan Waisak di Jambi

17 Mei 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Nonton Bareng Fenomena Trilogi Lunar di ‘Bluemoon Festival’ FEST In Fest 2018

31 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FESTInFest 2018 Himpun Potensi, Pengalaman, serta Kerja Sama Penyelenggara Festival dan Industri

30 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

FEST In Fest 2018 Persembahkan Bluemoon Festival sebagai Acara Puncak

25 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Kementerian Pariwisata Dongkrak Jumlah Wisman lewat Event Sensation 2018

24 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Asimilasi Budaya Dayak, Melayu dan Tionghoa Berbaur dalam Perayaan Cap Go Meh Singkawang 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

Dapatkan Pengalaman Spektakuler di Festival Komodo 2018

18 January 2018

Loading...
Aktivitas

0 0

100 Wonderful Events: Pastikan Anda Datang ke Aceh pada Mei dan Juli

13 January 2018

Loading...