Sign In or Sign Up

  • Festival Kora-Kora, Simbol Masyarakat Banda Melawan Kolonialisme

    slidebg1

Festival Kora-Kora, Simbol Masyarakat Banda Melawan Kolonialisme

17 November 2017

Jika anda punya niatan untuk berkunjung ke Provinsi Maluku Utara, tepatnya pada 9 sampai 10 Desember 2017 jangan lupa menyaksikan sebuah festival yang menarik. Festival tersebut bernama Kora-Kora yang sudah masuk dalam kalender event di Indonesia.

Dari nama festival tersebut, pasti anda berpikir Festival Kora-Kora merupakan sebuah perayaan yang berhubungan dengan perahu. Hal ini tak semuanya salah, namun yang pasti Festival Kora-Kora merupakan sebuah event yang menampilka berbagai ragam kebudayaan dari seni tari, musik hingga sajian kuliner. Karena berhubungan dengan perahu, festival ini juga menampilkan dayung perahu secara berkelompok menggunakan perahu kecil.

Berbeda dengan budaya Timba Laor yang juga berasal dari Maluku, Festival Kora-Kora lebih banyak diisi dengan perlombaan. Selain lomba dayung perahu secara berkelompok, juga ada lomba memancing, lomba foto bawah laut hingga lomva pawai perahu hias yang sangat menarik bagi wisatawan lokal maupun asing.

Pada Festival Kora-Kora ini yang paling ditunggu para wisatawan dan menjadi puncak acara yakni lomba dayung perahu kecil. Di Maluku Utara perahu kecil disebut dengan kora-kora, sehingga wajar festival ini diberi nama dengan sebutan perahu. Selain itu, lomba mendayung kora-kora ini juga mempuyai nilai historis yang sangat tinggi bagi masyarakat pesisir Maluku.

Awal abad ke-17 para pejuang Banda dengan semangat juang yang tinggi melawan Kolonial Belanda yang mencoba memonopoli jalur perdagangan di Banda. Untuk melawannya para pejuang menggunakan kora-kora yang dipersenjatai sebuah meriam kecil. Fungsi utama kora-kora sebagai senjata perang untuk bisa menghancurkan kapal-kapal Belanda yang menguasau perairan Maluku.

Kora-kora sendiri berbentuk sempit dan memanjang yang cukup membawa para pejuang. Kelebihan kora-kora yakni mampu berlayar cepat untuk menghadang kapal-kapal Belanda, sayangnya kora-kora memiliki kekurangan karena mudah terbalik. Kendati demikian, kora-kora sudah menjalankan tugasnya sebagai peralatan perang dengan baik.

Kini saat Indonesia sudah merdeka, kora-kora tetap melekat di hati masyarakat Banda. Terbukti setiap ada perlombaan kora-kora digelar ribuan pengunjung datang untuk menyaksikan kedigdayaan kora-kora. Setiap kampung adat di Kepulauan Banda pun selalu mengirimkan tim lengkap dengan para pasukan pendayungnya. Bahkan ada sebuah ritual khusus saat pembuatan kora-kora sampai turun di pertandingan.

Festival Kora-Kora kini sudah menjadi warisan budaya bahari Indonesia yang setiap tahun selalu digelar. Jadi bagi anda yang akan berpergian ke wilayah Maluku Utara pada bulan Desember jangan lupa menyaksikan Festival Kora-Kora yang belum tentu bisa dinikmati sekali dalam seumur hidup.

 

Foto : pewartanusantara.com

Tags :

Posting Terkait

Acara

10 8

Sepuluh Kota, Sepuluh Hari dan Dua Puluh Ribu Pecinta Yoga

30 April 2018

Loading...
Acara

10 8

Uji Adrenalin di Festival Bamboo Rafting dan Budaya Loksado

15 December 2017

Loading...
Acara

10 8

Wayang Ajen Promosikan Potensi Wisata Kuningan

12 December 2017

Loading...
Acara

10 8

Festival Durian Sindangwangi 2017 di Majalengka

08 December 2017

Loading...
Acara

10 8

Jadwalkan Liburan Akhir Pekan Ini ke Festival Budaya Ya'ahowu

24 November 2017

Loading...
Acara

10 8

Peringatan Dua Abad Kebon Raya Bogor

10 April 2017

Loading...
Acara

10 8

Sabang International Free Diving Competition & Workshop 2017

06 April 2017

Loading...